Senin, 04 November 2013

Piye broo.. kabare!!

sama saja sistemnya tak berubah broo



Piye toh kabare , broo!! Enak mana jamanku apa jaman sekarang toh! Ayo miras kan mikir keras.. sejarah jaman rezim militeristik Soeharto sebagai di tandai dengan masuknya intervensi Negara asing yap, kata lainya penjajahan gaya baru namanya juga orde baru yang mengagungkan sistem kapitalisme. Masuknya Freeport di irian jaya atau sekarang di sebuat papua yang mengekploitasi habis-habisan sumber daya alamnya. Merusaknya dan memiskinkan penduduk asli disana .
Orde baru lahir dari sebuah keteganagan ideology yang mengutamakan kepentingan rakyat dan di sisi Soeharto dengan system kapitalismenya yang mementingkan modal untuk kesejahteraan kepentingan kelompoknya saja. Piye toh enak jaman ku toh? Enak apa jaman Soeharto waktu itu kita semua di bungkam tak bisa bebas mengemukakan pendapat apa lagi mengkritisi pemerintahan yang keluar jalur yang di cita-citakan sebuah bangsa yang merdeka. Tanpa adanya penindasan manusia atas manusia dan bangsa antara bangsa. Di dalam kebudayaan kita tak mempunyai kepribadian sebagai bangsa yang luhur terlahir dengan kebudayaan yang mengakar rumput tetapi berkiblat pada westernisasi dengan gaya hidup yang berkiblat pada USA. Pola hidup yang konsumtif walau pun dengan pendapatan kalau di hitung secara rasional tak mungkin tetapi itulah kapaitalisme tetap bertahan menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru dengan imaji-imaji gengsi sebagai eksitensi manusia untuk di akui sebagai manusia yang lainya.
Dalam bidang ekonomi kita yang pada saat itu di stabilkan oleh utang luar negri yang membuat kita harus bertekuk lutut di bawah pemilik modal. Sehingga sebagai bangsa yang harusnya mandiri dengan nindustri nasionalnya, sebagai Negara peneyedia menjadi Cuma Negara konsumen. Cuma pemakai yang setia terhadap produk-produk asing dan menghancurkan produk local dan akhirnya kalah bersaing dan mati membuat kita cuman menjadi kuli di antara angsa-bangsa asing saja. Dan akhirnya setelah jatuh tempo hutang telalu banyak dan di korup oleh para penguasa yang menjalankan pemerintahan terjadinya krisis multi dimensi yang mengakibatkan rakyat marah akibat Negara yang tak mensejahterakan rakyatnya tapi malah menghisap rakyatnya yang sudah miskin dan menderita.

piye, tak pateni
Ketika perubahan terjadi dan akhirnya adalah sebuah jalan mereformasi Indonesia tapi eformasi adalah peubahan secara bertahap masih terlalu kompromi dengan para penguasa dan akhirnya malah meperburuk semua sector ekonomi, politik dan budaya yang carut marut tak berbentuk.
Tujauh agenda reformasi yang masih setengah hati di jalankan. Inilah Agenda Reformasi 1998
·         Penegakan supremasi hukum.
·         Pemberantasan korupsi, kolusi,
·         dan nepotisme (KKN).
·         Pengadilan mantan Presiden Soeharto dan kroninya.
·         Amandemen konstitusi Pencabutan dwifungsi TNI/Polri.
·         Pemberian otonomi daerah seluas- luasnya.
pamflet baca-baca di taman november 2013

Tanpa di adili sebuah rezim  yang berkuasa jaman orde baru dan akhirnya Cuma sebuah pergantian kelompok-kelompok borjuasi komprador yang berkuasa begantian menikmati kue kekuasaan. Cuman pegantian orang dan tak pernah merubah sebuah system penghambaaan terhadap modal. Payee toh jaman soeharto susah juga dimiskinkan dan terus di tindas oleh para aparatur Negara dan jaman sekarang cuman sebuah ruang sempit sebuah kebebasan yang masih di batasi oleh kepentingan pemodal untuk tetap terus mepertahankan system kapitalisme tumbuh subur untuk kepentingan pemodal. Dan pengingkaran terhadap undang-undang dasar yang telah di rumuskan sebagi suatu bangsa dan Negara yang merdeka. Negara menjadi alat penindas bagi kepentingan modal (capital) dan akhirnya sebuah bangsa dan negara yang katanya merdeka tetapi tetap terjajah walau tak kasat mata penjajah itu terlihat.
U2 Ruang menatap langit

Senin, 28 Oktober 2013

apa itu FASIS

baca-baca di taman menteng 2013 oktober
Apa itu FASISME ? Tema miras (mikir keras) sesi diskusi di baca-baca di taman ..hmm dasar fasis itulah ungkapan yang sering kita dengar atau pun dengan kata-kata hidup Nazi tapi nggak tau apa yang meraka katakan atau menulisnya, setelah menyanyikan lagu sebuah band punk dengan lirik: …jangan ikut bernyanyi bila tak mengerti suatu arti, jangan ikut bernyanyi bila terhanyut situasi

Fasisme apaan sih sepertinya sebuah ungkapan rasa kebencian saja seperti jancuuk, asuu dan segala macam umpatan-umpatan yang mencaci-makian vulgar. Dalam salah satu bukunya yang berjudul “The True Believer”, Eric Hoffer menjabarkan tendensi psikologis pada manusia, ia mengatakan bahwa, mereka, orang-orang yang baru-baru saja merasakan hidup dalam kemiskinan dan keputusasaan, dengan api amarah yang tersulut di dalam denyut nadi mereka, dan dengan mimpi untuk merenggut kembali hak-hak kekayaan mereka, adalah orang yang paling mudah terbujuk dalam gerakan massa yang sifatnya dogmatis kembali ke massa lalu penuh romantisme kejayaan dan kekuasaan yang absolut. Seperti halnya mereka para mayoritas penduduk  Negara Eropa terutama di Jerman dan Italia pada masa-masa terkelam mereka. Jawaban atas solusi merekaterhadap krisis pun tidak dapat memperbaiki keadaan, justru malah memperburuk. Krisis ekonomi yang terjadi di Eropa pada saat itu tidak begitu saja mudah diatasi dengan pergeseran pola ideologis, karena: Negara fasis hanya bekerja baik dengan cara yang  teramat dangkal, karena fasisme selalu bersandar kepada pola pengecualian atau pengucilan kelas pekerja terhadap kehidupan sosial. Para pekerja dipaksa hanya untuk mempunyai waktu minimal untuk benar-benar menghidupi kegiatan sosialnya, dan menghabiskan sisa waktunya untuk bekerja, agar dapat memenuhi “tanggung jawab” untuk membangun kembali roda ekonomi Negara. Sedangkan di negara demokrasi, baik politik dan ekonomi dilaksanakan secara bebas. Rakyat boleh dan bahkan didorong untuk ikut serta dalam kegiatan politik, sementara itu ekonomi dijalankan secara bebas dengan tanpa atau sedikit campur tangan dari pemerintah.
 
tentara nazi_ilustrasi edwanov
 Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ideologi Fasisme merupakan sebuah paham politik yang menjunjung kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Ada pula yang mengartikan bahwa ideologi Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat terlihat terutama tehadap Negara-negara di Eropa, dan berbeda di Asia terutama di Indonesia sebagai Negara bangsa yang menolak penjajahan.

Fasisme sesungguhnya merupakan ideologi yang di bangun menurut hukum rimba siapa yang kuat di berkuasa atas yang lemah, fasisme juga bertujuan membuat individu dan masyarakat berfikir dan bertindak sama atau di seragamkan , untuk mencapai tujuan ini fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode propaganda bahkan melakukan genocide (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan, suku atau bangsa).Hal tersebut dikarenakan menurut ideologi fasis, Negara bukan ciptaan rakyat merupakan ciptaan orang kuat yang mengedepan suatu rasa tau bangsa tersebut yang berhak untuk berkuasa di muka bumi ini. Bila orang kuat sudah membentuk organisasi Negara, maka negara wajib menggembleng/memaksakan dan mengisi jiwa rakyat. Fasisme sebagai ideologi berkembang pada abad ke 20  menyebar dengan pesat di seluruh dunia dan menimbulkan perang dunia II.

Ideologi Fasisme memiliki beberapa turunan sifat2 yaitu :

a. Rasisme
 Rasisme diartikan sebagai paham  yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna kulit, rambut ) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras, golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu berdasarkan ras tertentu.

b. Militeris
Militerisme adalah suatu pemerintahan yang didasarkan pada jaminan keamanannya terletak pada kekuatan militernya dan mengklaim bahwa perkembangan dan pemeliharaan militernya untuk menjamin kemampuan itu adalah tujuan terpenting dari masyarakat.Sistem ini memberikan kedudukan yang lebih utama kepada pertimbangan-pertimbangan militer dalam kebijakannya daripada kekuatan-kekuatan politik lainnya. Mereka yang terlibat dalam dinas militer pun mendapatkan perlakuan-perlakuan istimewa.

c. Semangat Ultra Nasionalis
 Ultra Nasionalis ialah suatu sikap membanggakan suatu Negara (negaranya sendiri sebagai Negara yang absolut) secara berlebihan sehingga sangat merendahkan Negara yang lainnya.Sehingga mudah sekali memancing pertengkaran/peperangan dan akhirnya menjajah Negara yang lemah.

d. Imperialisme dan kolonialisme
 Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya (hak memerintah). "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi (modal) industri, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan.
Kolonialisme adalah menguasai suatu negeri dan membentenginya dan menguasai perairanya.

Fasisme pernah berkuasa di jaman orde baru dengan kepemimpinan Soeharto, yang begitu otolitarian dan mengunakan kekuatan militerisme memukul rakyatnya sendiri yang di anggap membahayakan kelanggengan kekuasaaanya. Piye toh enakan jaman ku kata-kata pengagum Soeharto yang benar-benar menikmati kekuasaanya. Pada hal Soeharto adalah penganut fasisme yang mengabdi pada kepentingan modal Amerika Serikat dan memakmurkan kelompoknya sendiri dan rakyat kebanyakan menderita dan sampai sekarang terus tertindas. Enak bagaimana di jaman orde baru nyawa murah sekali dan peneyebab krisis ekonomi dan stigma tentang pribumi dan penduduk keturunan Tionghoa menjadi rengang tak sesuai dengan semboyan bhineka tunggal ika. Apa lagi di tambah kasus kelompok fundamentalis agama FPI yang melakukan perusakan dan teror terhadap rakyat. Berjubah putih seperti di italia para milisi pendukung fasisme musolini mengenakan kemeja hitam untuk melakukan penyerangan terhadap rakyat yang di anggap melawan kekuasaan fasisme.

MAU PINTAR KENAPA MUSTI BAYAR!

Uu ruang menatap langit