Senin, 04 November 2013

Depan Rumah Kaca


kaca pecah, rumah kaca, taman menteng


Seperti sabtu , malam minggu yang sebelumnya dan di bulan November ini baca-baca di taman membuka lapak baca-baca walau pun koleksi buku-buku dan zine kami terbatas. Cuaca malam ini di bulan November tak seperti hari sebelumnya hujan turun di malam minggu sehingga membuat kadang kami sedikit terlambat untuk menyambut kawan-kawan yang tetap setia berjumpa dengan baca-baca di taman.

rumah kaca taman menteng, pecah
Mungkin sedikit tak enak di lihat di depan rumah kaca taman menteng ini, di atas pintu rumah kaca ada kaca yang pecah akibat dari kata keamanan taman menteng akibat para waria melakukan protes akibat tak di pebolehkan mengamen di taman. Sudah tiga minggu kaca tetap di biarkan pecah dan sedikit membahayakan orang yang duduk di bawahnya, akibat pecahan kaca yang tak beraturan dan sisanya tetap tergantung menunggu waktunya terjatuh dari atas.

taman menteng rumah kaca pecah di atas pintu
Malam minggu di depan rumah kaca yang pecah begitu semarak menyambut datangnya bulan November yang katanya hujan akan lebih sering turun menyejukan Jakarta yang penuh debu polusi kendaraaan bermotor.

Uu ruang menatap langit

Piye broo.. kabare!!

sama saja sistemnya tak berubah broo



Piye toh kabare , broo!! Enak mana jamanku apa jaman sekarang toh! Ayo miras kan mikir keras.. sejarah jaman rezim militeristik Soeharto sebagai di tandai dengan masuknya intervensi Negara asing yap, kata lainya penjajahan gaya baru namanya juga orde baru yang mengagungkan sistem kapitalisme. Masuknya Freeport di irian jaya atau sekarang di sebuat papua yang mengekploitasi habis-habisan sumber daya alamnya. Merusaknya dan memiskinkan penduduk asli disana .
Orde baru lahir dari sebuah keteganagan ideology yang mengutamakan kepentingan rakyat dan di sisi Soeharto dengan system kapitalismenya yang mementingkan modal untuk kesejahteraan kepentingan kelompoknya saja. Piye toh enak jaman ku toh? Enak apa jaman Soeharto waktu itu kita semua di bungkam tak bisa bebas mengemukakan pendapat apa lagi mengkritisi pemerintahan yang keluar jalur yang di cita-citakan sebuah bangsa yang merdeka. Tanpa adanya penindasan manusia atas manusia dan bangsa antara bangsa. Di dalam kebudayaan kita tak mempunyai kepribadian sebagai bangsa yang luhur terlahir dengan kebudayaan yang mengakar rumput tetapi berkiblat pada westernisasi dengan gaya hidup yang berkiblat pada USA. Pola hidup yang konsumtif walau pun dengan pendapatan kalau di hitung secara rasional tak mungkin tetapi itulah kapaitalisme tetap bertahan menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru dengan imaji-imaji gengsi sebagai eksitensi manusia untuk di akui sebagai manusia yang lainya.
Dalam bidang ekonomi kita yang pada saat itu di stabilkan oleh utang luar negri yang membuat kita harus bertekuk lutut di bawah pemilik modal. Sehingga sebagai bangsa yang harusnya mandiri dengan nindustri nasionalnya, sebagai Negara peneyedia menjadi Cuma Negara konsumen. Cuma pemakai yang setia terhadap produk-produk asing dan menghancurkan produk local dan akhirnya kalah bersaing dan mati membuat kita cuman menjadi kuli di antara angsa-bangsa asing saja. Dan akhirnya setelah jatuh tempo hutang telalu banyak dan di korup oleh para penguasa yang menjalankan pemerintahan terjadinya krisis multi dimensi yang mengakibatkan rakyat marah akibat Negara yang tak mensejahterakan rakyatnya tapi malah menghisap rakyatnya yang sudah miskin dan menderita.

piye, tak pateni
Ketika perubahan terjadi dan akhirnya adalah sebuah jalan mereformasi Indonesia tapi eformasi adalah peubahan secara bertahap masih terlalu kompromi dengan para penguasa dan akhirnya malah meperburuk semua sector ekonomi, politik dan budaya yang carut marut tak berbentuk.
Tujauh agenda reformasi yang masih setengah hati di jalankan. Inilah Agenda Reformasi 1998
·         Penegakan supremasi hukum.
·         Pemberantasan korupsi, kolusi,
·         dan nepotisme (KKN).
·         Pengadilan mantan Presiden Soeharto dan kroninya.
·         Amandemen konstitusi Pencabutan dwifungsi TNI/Polri.
·         Pemberian otonomi daerah seluas- luasnya.
pamflet baca-baca di taman november 2013

Tanpa di adili sebuah rezim  yang berkuasa jaman orde baru dan akhirnya Cuma sebuah pergantian kelompok-kelompok borjuasi komprador yang berkuasa begantian menikmati kue kekuasaan. Cuman pegantian orang dan tak pernah merubah sebuah system penghambaaan terhadap modal. Payee toh jaman soeharto susah juga dimiskinkan dan terus di tindas oleh para aparatur Negara dan jaman sekarang cuman sebuah ruang sempit sebuah kebebasan yang masih di batasi oleh kepentingan pemodal untuk tetap terus mepertahankan system kapitalisme tumbuh subur untuk kepentingan pemodal. Dan pengingkaran terhadap undang-undang dasar yang telah di rumuskan sebagi suatu bangsa dan Negara yang merdeka. Negara menjadi alat penindas bagi kepentingan modal (capital) dan akhirnya sebuah bangsa dan negara yang katanya merdeka tetapi tetap terjajah walau tak kasat mata penjajah itu terlihat.
U2 Ruang menatap langit