Rabu, 25 November 2015

JANBAR (Hujan Bubar..) I

#JANBAR 1 (Jalan Kaki)


Malam ini sabtu 21 November 2015 nampak langit di tutupi awan mendung dan beberapa wilayah Jakarta sudah turun hujan tapi Jakarta Pusat tetapnya di Menteng cuaca masih mendung, hujan mungkin membatalkan untuk membasai wilayah ini.

JANBAR (hujan bubar..) baca-baca di taman ..hmm namanya juga kegiatan di ruang terbuka kalau hujan bubar  tak ada tempat berteduh hanya beratapkan langit. Di taman menteng hanya rumah kaca dan tempat parkir tempat yang aman berteduh walau terkadang penuh sesak akibat hujan yang tak berhenti saat banyak pengunjung di taman ini.

Malam ini cuaca mendung terasa nyaman untuk berjalan kaki menuju taman menteng yang biasanya berjalan berkeringat  tapi memang cukup sehat berjalan kaki dengan cuaca yang cukup sejuk dan kendaraan bermotor yang tak terlalu banyak melintas di jalanan Ibu Kota. Dari halte transjakarta Tosari menuju Taman Menteng jalan santai cukup 15 menit.

Manfaat berjalan kaki untuk kebanyak orang saat ini sering disepelekan sehingga tidak sedikit orang dimasa kini yang katanya jaman modern, jalan kaki kaya orang kuno saja. Banyak faktor juga membuat orang semakin meninggalkan kebiasaan jalan kaki karena banyaknya kendaraan ibu kota yang penggunaannya semakin banyak dan trotoar semakin tak nyaman. Seperti yang kita ketahui, jumlah kendaraan bermotor yang banyak akibat over produksi dan kebijakan pemerintah. Di Jakarta merupakan salah satu penyebab jarangnya kita melihat orang berjalan kaki saat menuju sekolah atau  kantor walau untuk sekedar iseng-iseng melihat suasana lingkungan perumahan atau perkampungan. Kemana-mana ..ngeeng naik motor tinggal tancap gas wes … jadi ngak usah keringetan atau nggak capek-capek  jalan.

Manfaat berjalan kaki saat berangkat memulai aktivitas di pagi hari seperti ke kantor ataupun ke sekolah bisa bermanfaat untuk kesehatan. Jalan kaki bisa merupakan jenis olahraga yang sederhana dan sangat praktis, tanpa disadari berjalan kaki ke sekolah/kantor merupakan banyak manfaat bagi kesehatan. Jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman yang dapat kita lakukan, bahwa jalan kaki akan membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, dan kondisi jantung dan paru-paru. Melakukan jalan kaki secara rutin dan konsisten adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk program aktivitas fisik yang sehat. Dengan Jalan kaki selama 20 menit setiap hari akan membakar 7 pound lemak per tahun. Jalan kaki lebih lama setiap hari selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Jalan kaki cepat dari 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan kira-kira 20-25 mil per minggu lebih panjang umur beberapa tahun dibanding mereka yang tidak hmm.

Kalau mau berjalan kaki dengan menggunakan alas kaki, pakailah sepatu yang nyaman dengan sedikit longgar di bagian depan untuk mengantisipasi pelebaran kaki saat jalan kaki dilakukan sehingga terhindar dari rasa sakit. Selamat mencoba!

Dijahit oleh: Uu_ ruangmenataplangit






Minggu, 22 November 2015

Catut



“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya”
― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia


Catut, mencatut nama pejabat sudah terjadi di jaman Kolonial sampai jaman ..


 ”Tapi saya lihat, bahwa rakyat tuan-tuan miskin, dan itulah yang ”menggembirakan” hati saya…. Katakan kepada saya, bukankah si petani miskin? Bukankah padi menguning seringkali untuk memberi makan orang yang tidak menanamnya? Bukankah banyak kekeliruan di negeri tuan?”.
"Para Pemimpin Lebak! Kita semua ingin menjalankan kewajiban kita!"

"Namun seandainya ada di antara kita yang melalaikan tugas demi memperoleh keuntungan, menjual keadilan demi uang, atau yang mengambil kerbau dari orang miskin dan buah-buahan milik mereka yang kelaparan.... siapa yang seharusnya menghukum mereka?"
Ilustrasi Multatuli berpidato di depan Bupati Lebak

Potongan pidato Max Havelar di hari Pertama kerja sebagai Asisiten Residen Lebak tgl 22 januari 1857 di hadapan rakyat dan Regent atau Bupati Lebak. (cukilan buku Max Havelar).

Bila Kita sekarang ribut masalah catut nama presiden oleh seorang “yang terhormat” dan terkuak karena keberanian mengungkap nya di media .. maka dulu di masa Kolonial Hidia Belanda Praktek Catut ini sudah sering dilakukan terutama di wilayah Lebak-Banten dan lewat “Max Havelar “ kasus kongkalikong antara Residen bule Belanda dan Regent atau Bupati Pribumi terungkap!

Walau dalam film atau roman Max Havelar, nama sang Bupati di samarkan menjadi Bupati Wirakusuma, namun sejatinya yang di maksud dan di sindir di roman tersebut adalah Bupati Raden Adipati Karta Nata Negara, bupati Lebak yang berkuasa dari tahun 1830 sampai dengan 1865.

Sering dalam praktek pemaksaan pengambilan milik rakyat sang Regent atau Bupati Lebak Raden Adipati Karta Nata Negara, mencatut nama sang Gubernur Jendral… yang berkuasa saat itu terutama dua nama Gubernur Jendral Hindia Belanda yakni Jan Jacob Rochussen dan Albertus Jacobus Duymaer van Twist.

Walau tak disebut nama nama Gubenur Jendral di depan rakyat yang di paksanya untuk menyerahkan milik mereka, karena rakyat kecil pun tak paham apa dan siapa gubernur Jendral itu, namun itu sudah cukup menakutkan bagi rakyat jelata pada masa itu.

Tindakan Bupati Lebak ini sebenarnya di ketahui Residen Lebak yang yang tutup mulut karena upeti yang besar dari sang Bupati ini.

Jadi sebenarnya pejabat kita dari dulu memang tukang catut nama buat perut sendiri.. hehehehe huh.. Kata pepatah Tiongkok : Zhi zu zhe chang le… Siapa yang tahu batas, tahu kebahagiaan sejati. Kerakusan adalah sumber ketidakbahagiaan karena sifat manusia tidak pernah puas.

Kata Catut:

catut/ca•tut/ n 1 angkup atau penjepit (untuk mencabut janggut dan sebagainya); 2 alat untuk mencabut (memotong) paku dan sebagainya, bentuknya seperti paruh burung kakaktua;
bercatut/ber•ca•tut/ v menjadi tukang catut (berdagang gelap dan sebagainya);
mencatut/men•ca•tut/ v 1 mencabut dengan catut; 2 memperdagangkan (sesuatu) dengan cara yang tidak sewajarnya dan mengambil untung sebanyak-banyaknya (seperti memperdagangkan karcis bioskop dengan harga lebih daripada harga resmi); 3 mencari keuntungan dengan jalan tidak sah (misalnya dengan cara menipu atau mengakali): ia hendak ~ saya tetapi gagal; 4 menyalahgunakan (kekuasaan, nama orang, jabatan, dan sebagainya) untuk mencari untung: banyak orang yang ~ nama pejabat untuk kepentingan pribadi;~ umur mengatakan (mencantumkan) umur yang tidak sebenarnya, seperti umur 42 tahun dikatakan 36 tahun;

mencatutkan/men•ca•tut•kan/ v 1 membantu orang mencatut; 2 memperdagangkan dengan cara yang tidak sewajarnya dan mengambil untung sebanyak-banyaknya;
catutan/ca•tut•an/ n pendapatan (hasil) mencatut;
pencatut/pen•ca•tut/ n orang yang mencatut; tukang catut;
percatutan/per•ca•tut•an/ n perihal perbuatan mencatut; jual beli secara gelap;
pencatutan/pen•ca•tut•an/ n proses, cara, perbuatan mencatut (jual beli secara gelap dan sebagainya).

uU _ruangmenataplangit