 |
| mau pintar kenapa musti bayar |
Hampir habis bulan Juni ini tak
terasa bulan Juli sudah mengintip saja di atas atap langit-langit rumah kaca
ini. Sabtu, 29 Juni 2013, serasa begitu cepat tak teras sudah bertemu hari
sabtu lagi dan tentunya pasti baca-baca di Taman Menteng akan terus berkudeta..berkumpul
dengan teman di taman menteng yang seakan menjadi sebuah ritual tempat
melepaskan sebuah kegelisahan dan kesuntukkan setelah kita terlalu jauh dalam
keterasingan dalam sebuah aktifitas bekerja, belajar dan sabtu ini adalah
waktunya berkumpul-kumpul lagi sebagai ajang silahtuahmi bertemunya juga
kawan-kawan lama dan yang baru yang singgah atau bahkan akan menjadi bagian
dari baca-baca di taman itu sendiri seiring waktu berjalan yeaah..
Serasa di penghujung episode
drama seri setelah pemerintah menaikkan haraga BBM yang membuat gundah gulana
atau bahasa yang kekinian tepatnya galau tingkat kecamatan menteng hehehahaa
akibat kenaikan harga BBM dan dampaknya semuanya naik juga dari bir, kopi,
kontrakan, makanan yang katanya kenaikan ini untuk subsidi yang tepat buat
orang miskin dan nyatanya membunuh si miskin itu sendiri dengan Balsem wkwkwk
setelah empat bulan katanya tak di Balsem lagi BLSM blssm blssm.. the end, oh
no
 |
| senyum mau pintar kenapamusti bayar |
Terlalu pagi temukan diri dalam
dunia yang menjauh dalam kenyataan ini. Kemarahan yang terpendam mungkin apa
sudah lupa dan terbiasa tertindas samapi lupa untuk melawan sebuah kebijakan
yang berdampak semakin mencekik secara perlahan-lahan nafas ini. Mungkin karena
bulan depan akan datangnya bulan ramadhan tapi kemerdekaan republik ini jatuh
pas bulan puasa juga melawan penjajahan. Jadi bulan puas adalah bulan melawan
sebuah ketidak adilan sosial yeaah. Saat ini adalah saat yang tak bersahabat
dimana kita harus menahan lapar dan menyuarakan sebuah kebenaran dan katanya
kita harus bersabar tapi kesabaran bukan untuk selalu diam dan tertindas tapi
sabar untuk berjuang lebih baik lagi bagi kita dan semuanya untuk hidup lebih
adil dan makmur tanpa adanya sebuah penindasan atas manusia dengan manusia ,
bangsa dengan bangsa lainya.
Uu ruang mentap langit