Tampilkan postingan dengan label ruang menatap langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang menatap langit. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2018

Manfaat Menatap Langit

baca-baca di taman_pamflet



Salam dan Bahagia
...Taman Menteng setelah sekian lama tak berjumpa, terakhir KUDETA dibulan April, baca-baca di taman saat itu berkunjung ke Taman Cattelya, Tomang, Jakarta Barat dan disambut hujan gerimis sepanjang malam itu. Kudeta Juli ..kumpul dengan teman di awal bulan, ehh ketemu di akhir pekan pertama di bulan Juli. Selepas hari raya yang terasa secepat kilat meninggalkan aktivitas yang semakin membuat kalian terasing dengan lingkungan dan sosialisasi sebagai manusia yang sejatinya sebagai mahluk sosial. Menatap langit malam ini di taman menteng yang teduh di depan rumah kaca.

Pernahkah kamu berpikir untuk menatap langit!! Mungkin untuk sebagian orang menatap langit adalah sesuatu yang membosankan dan tak ada yang keren tentang menatap langit. Langit luas tanpa ujung dan punya banyak inspirasi, banyak ide yang segar dan membawa energi negatif hilang berganti dengan energi positif.
baca-baca di taman _bulan juli

komunitas baca-baca di taman _KUDETA juli
Langit itu indah dan memeberikan inspirasi. Jika kamu terjebak di dalam reuangan yang tertutup, cobalah untuk keluar sekedar menatap langit. Walau di jakarta susah terdapat ruang menatap langit. Menatap langit tak tersadar kamu adalah kecil di dunia ini dan ada yang lebih lagi. Kamu tidak hanya akan menyadari keindahannya saja, tetapi juga akan mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan mental. Yuk, simak beberapa manfaat dari menatap langit!

Tidak Ada Batasan di Dunia Ini
Menatap langit, saat itu kamu akan melihat luas dan tanpa batas di dunia ini. Menatap lagit tidak tampak garis pembatas di langit itu sendiri, waktu atau gaya gravitasi. Dengan kesadaran ada banyak waktu luang dan kesempatan dan tak perlu ragu atau sembunyi untuk segera bertindak untuk meraihnya. Jangan membatasi mimpi dan cita-cita semuanya bisa di raih dengan segala daya upaya bukanya alasan beribu-ribu kekurangan dalam diri Kamu.

Menyadari Keindahan Alam
Langit luas membentang sepanjang kamu memandang. Ada banyak hal yang menarik selepas hujan ada pelangi, saat siang ada mentari, malam hari bulan purnama dan bulan sabit dengan ribuan bahkan jutaan bintang bertaburan berkelap-kelip bersinar saat malam. Hala-hal yang tak pertnah kamu menyadari, bahwa keindahan langit bisa di temukan dimana saja dengan pikiran yang positif dan jiwa merdeka.

Menjernihkan Pikiran
Banyak yang terlewatkan dalam kehidupan untuk mencapai sesuatu, ketika hal-hal yang terjadi di sekitar kita mulai tak baik untuk kehidupan dan psikologis. Saat diri kamui mulai meragu, galau binti gundah-gulana dalam hati , tak mempunyai semangat hidup dan mati pun segan. Menatap langit yang megah dan luas tanpa batas. Langit malam penuh bintang atau pun terkadang tertutup awan yang mendung gelap tapi tak sepekat dengan kegundahan dan hidup Mu.

Menemukan Jati Diri
Menyempatkan menatap langit bebwrapa waktu dengan hati dan pikiran yang tenang. Sesaat mengingatkan betapa kecilnya kamu di hadapan alam dan sang pencipta. Dan betapa sudah tuanya alam ini. Langit menjadi saksi sejarah dan tragedi manusia dan alam. Dengan begitu , kamu akan tersadar dengan asal-usul sehingga membantu menemukan siapa dirimu/jati dirimu.

Merasakan Sebuah Kemerdekaan
Menatap langit akan mengingatkan tentang harapan-harapan dan tujuan yang tentunya menghubungkan diri kamu dengan alam semesta. Selama ini terlalu sibuk dalam bekerja, terbelenggu hedonis dan penuh nafsu konsumtif. Menjalani hidup penuh gundah dan cepat patah arang. Hidup seakan berjalan cepat dan kita tertinggal oleh masa lalu tak bisa move on. Dengan menatap langit semuanya seakan lepas terbang ke segala penjuru. Langit mengingatkan semua butuh jeda untuk memperhatikan hal yang terlupakan dalam hidup.

Bahagia Itu tak perlu Bayar
Menatap langit dan penuh ke damaian saat menatapnya tanpa adanya tagihan, karena langit tak perlu bayar, seperti mau pintar ada banyak pilihan tanpa perlu bayar dan bayar. Seperti bahagia itu juga tanpa hal yang membayar. Semua mahluk disunia dimanapun dan kapan pun mereka berada, semuanya bisa menikmati keindahan langi dengan Cuma-Cuma dan sekarang bahkan di komuditaskan itu menjadi pilihan dirimu sebagai manusia yang merdeka jiwa dan raga bukan budak dari hasrat konsumtif.

Kamu Tidak Sendiri di Dunia
Masalah adalah bumbu kehidupan, terkadang membuat merasa tertekan dan sendirian menghadapinya. Dan kalau kamu yap kamu mengalaminya, cobalah tatap langit malam. Dengan menatapa langit malam yang penuh dengan gemerlap bintang diangkasa. Cobalah berbicara dengan ratusan bintang atau pun sebuah bulan, keluarkan isi hati di dalam. Uneg-uneg dan kegundahan hilang saat kamu merasakan bintang dengancahaya yang berjkelap-kelip mendengarkan segala keluhan Mu bahkan bulan sabit atau purnama pasti setia mendengar uneg-uneg Mu.

Menyadari keberadaan Alam Semesta, Bukan Hanya Gadget dan Sosial Media di Dunia Ini
Hidup dimanjalkan dengan teknologi digital yang semakin maju dan terus berkembang menimbulakan hal yang negartif terlalu banyak, karena kita terpedaya dengan ciptaan yang diciptakan untuk mepermudahkan hidup ini tapi sayangnya malah kita diperbudak oleh hausnya eksitensi dalam diri kita. Saat ini banyak yang ketergantungan dengan gadget dan teknologi lainya tanpa sebuah kesadaran bahwa kita hidup di alam raya dan lingkingan tempat hidup ini adalah sangat penting, dengan menatap langit kamu teringat dengan alam semesta ini.

Hmm inilah manfaat menatap langit apa lagi saat malam dan kepenatan dalam hidup begitu menyesakan hidup dengan keterasingan untuk bertahan hidup menjual tenaga kerja kepada sang pemilik modal dengan upah tak layak untuk hidup. Menatap langit sejenak, hidup Mu penuh dengan menatap layar datar gadget atau laptop seharian penuh baik untuk ha-ha-hi-hi atau kerja dan eksitensi diri seharian penuh, mulailah menatap langit, bergerak dan keluarlah rumah mencari ruang untuk menatap langit sejenak.. hidupkan ...hidup kamu dan kalian semuanya!

Edwanov penggiat baca-baca di taman



Minggu, 10 April 2016

Sastra



“Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.”
                                                                                                                                      ~ Semi


Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau  “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pun pemikiran tertentu.

Sastra dibagi menjadi dua yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun,  dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen (cerita pendek) dan Drama.



Kolektif media KBBT_komazine

Rabu, 09 Maret 2016

Baca di taman menteng (Maret)



“Orang tidak akan mati kelaparan jika tidak membaca buku sepanjang hidupnya. Ia akan tetap hidup, meskipun bodoh”
- AS Laksana -


Membaca buku adalah sebuah kemewahan, membaca buku juga sebuah keberanian di tengah masyarakat yang mungkin sudah pintar sehingga tidak perlu lagi membaca, atau mungkin juga membaca satu buku sudah cukup seperti seorang novelis yang minggu ini menjadi topic]k di sosial media dianggapnya Indonesia merdeka bukan karena orang-orang yang berpaham komunis tapi partai komunis Indonesia yang pertama kali menggunakan nama indonesia hmm bahaya bila seorang hanya membaca dan mempunyai satu buku dari pada banyak buku dan membaca dan mulai memahaminya dan berkarya dalam hidup mencerahkan yang lainya.

Organisasi politik yang pertama memakai nama Indonesia pada tahun 1920,  PKI setelah kongres di Semarang resmi memakai Partai Komunis Hindia dan tujuh bulan kemudian merubahnya menjadi Indonesia menurut mereka lebih menegaskan prinsip perjuangan organisasi politik dengan menggunakan nama Indonesia.

Namun ada versi lain yang mengatakan bahwa baru pada bulan juni 1924, melalui sebuah kongres di Weltevreden, Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Oleh sebab itu Belanda mencap kata Indonesia sebagai kata komunis yang selalu saj menjadi hantu di dalam masyarakat sebagai sesuatu yang menyeramkan. Untuk mencegah penyebarluasnya dalam gerakan pembebasan Indonesia. Sudah merdeka lupa akan sejarahnya bangsanya sendiri.

Baca di taman Maret

Polemik seorang novelis yang menggemparkan dan akhirnya membuka cakrawala pengetahuan tentang sebuah nilai kebangsaan indonensia yang di bangun dengan berbagai macam golongan, suku, agama dan ideology. Dalam semboyan bhineka thunggal ika tapi sekarang malah ika-nya saja yang di jalankan tidak bisa menerima sebuah perbedaan pandangan , ideology, agama,suku, ras dan antar golongan.

Baca-baca di taman di awal bulan Maret  Susana taman menteng semakin sepi saja tak hanya di taman hampir sebagian jalanan Jakarta juga sepi tak terlalu macet. Jakarta terlalu senyap di malam minggu apa lagi di awal bulan hmm.. sepi membunuh di malam minggu beberapa pengunjung taman akhirnya meninggalkan taman satu persatu.

Baca-baca di taman malam ini sedikit terlambat kami berangkat dari arah barat Jakarta tapi apa daya kuda besi kami mogok di daerah slipi dan akhirnya membuat kami telat membuka baca-baca di taman, malam ini tak menggelar buku karena kami ingin melihat seberapa respon para pengunjung taman untuk turut serta membaca buku dan membawa buku di taman yeaah selamat bermalam minggu…

Uu ruangmenataplangit.



Kamis, 04 Februari 2016

Akhir Januari di Taman


Salam dan bahagia

Sabtu di penutupan bulan januari yang di guyur hujan tapi menjelang malam hujan pun telah reda saatnya bersiap menuju taman menteng untuk berjunta (baca:berjumpa di taman). Taman menteng 19:30 wib terasa sepi walau di lapangan olah raga taman menteng ada acara pameran dan musik, mungkin karena hujan jadi memanjakan rasa malas untuk keluar rumah setelah lelah bekerja.

Baca-baca di taman perpisahan dengan bulan Januari 2016 yang seperti baru tiba kemarin sore kini sudah harus berpisah dan menyambut  Februari 2016 dengan tetap menjaga semangat . Menghidupkan lagi kehidupan yang menjadi terasing karena waktu luang yang menjadi sangat langka dalam sebulan ini.

Sambil menatap langit di taman yang  sedikit  sepi setelah di guyur hujan, dengan bau tanah basah yang sangat khas. Sehabis hujan biasanya jalanan agak sedikit macet , kalau di Jakarta tak ada kemacetan adalah suatu keanehan karena” kemacetan adalah keindahan Jakarta” dimana banyak hal yang  bisa di nikmati saat macet . apa bila diangkutan umum bisa lebih lama mengobrol dengan penumpang lainya atau dengan kondekturnya jadi terasa akrab. Kalau di mobil pribadi apalagi pakai supir bisa istirahat , tidur sebentar tapi kalau ada kepentingan yang mendesaak terjebak macet bikin strees di kejar-kejar waktu.

Selamat menikmati waktu luang yang sudah hampir habis dalam hidup. Hidupkan hidupmu, hidup kita semua. Dimana buruh harus bekerja sehingga tak ada lagi waktu untuk bersilahturahmi dengan semsam buruh atau manusia lainya. Dan ketika hasil produksinya tapi tak mampu menikmatinya dengan upah tak layak. Manusia hidup dalam hubunganya dengan lingkungan tempat hidupnya, alam yang merupakan ekspresi dan hasil hunungan dan menjadi pembedaan amntara manusia dengan hewan. Pekerjaan yang terasing lebih menurunkan kegiatan produktif manusia ke tingakat adaptasi pada alam, layaknya hewan. Padahal yang membedakan antara manusia dan hewan adalah sikap kecakapan mereka dalam bertahan hidup.


 Edwanov  ruangmenataplangit.






Selasa, 19 Januari 2016

baca di ruang publik (baca-baca di taman menteng)

Ruang Publik

salam dan bahagia..

Baca-baca di taman 16 januari 2016 , taman menteng depan rumah kaca untuk undangan terbuka tak seperti di akhir tahun baca-baca di taman banyak yang mencari tapi tak ketemu , karena baca-baca di taman tak menggelar buku-buku bacaan dan lebih berkumpul antar penggiat saja walau ada juga banyak kawan lain bergabung tapi memang  tak serutin di bulan kemarin karena ada kendala dari kesibukan sampai cuaca yang sering tak mendukung kegiatan kami di ruang terkbuka.


Baca-baca di taman, Sabtu ini memang di buka agak lebih awal karena ada janji dengan liputan sebuah stasiun televisi yang ingin meliput kegiatan di ruang publik.  Ruang publik tanpa individu yang beriteraksi atau komunitas yang bergiat di ruang publik seperti ruang hampa sunyi  dan sepi seperti rumah hantu.


Ruang publik dimana ruang tersebut dapt diakses siapa saja adanya komunikasi atau ineteraksi  antara individu maupun komunitas. Di ruang publik  adalah  tempat  yang bebas berekspresi,  siapa pun dapat menuangkan idea atau gagasan, mengemukkan pendapat . Ruang publik adalah wadah untuk berkreasi. setara di ruang publik dan dinamis dimana ruang publik adalah terbuka untuk kegiatan apapun yang positif dan progresif  dalam perkembangan masyarakat.



Edwanov  ruangmenataplangit

Selasa, 01 Desember 2015

JANBAR (HUJAN BUBAR ...) II

#JANBAR 2 (R T H)

28 November 2015


Rupanya langit malam masih berselimut polusi sisa senja yang menepi pada kesenyapan pergantian waktu . JANBAR hujan bubar baca-baca di taman malam ini cuaca cerah . cuaca mendukung bro untuk mengelar baca-baca di taman .

Sejarahnya  taman menteng ini merupakan stadion yang bersejarah di Jakarta tempat markas  klub sepak bola di Jakarta, tetapi sekarang telah berubah fungsi menjadi taman kota yang telah diresmikan pada tahun 2007 yang telah berlalu oleh Gubernur Jakarta pada waktu itu Sutiyoso. 

Memang berat pilihannya  seperti buah simalakama kalau dimakan Ibu mati kalau tak dimakan Bapak yang mati. Pada waktu itu di satu sisi Jakarta membutuhkan taman kota yang berfungsi sebagai faktor penyeimbang berupa daerah terbuka hijau melalui pohon-pohon yang hidup di dalamnya, akan tetapi Jakarta juga butuh sarana lapangan sepak bola, hampir bisa dipastikan bagi kita yang ingin bermain sepak bola lapangan akan kesulitan menemukan lapangan di Jakarta. 

Ruang terbuka hijau di Jakarta merupaka oase bro. Ruang terbuka hijau salah satunya taman yang berfungsi secara sosial dan  ekologis. 

RTH Untuk fungsi sosial, ruang terbuka hijau perlu memiliki hirarki: untuk lingkungan ketetanggaan, di tengah-tengah lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara beberapa lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara berbagai fungsi perkotaan seperti perkantoran, sekolah, dan lain-lain; dan untuk keseluruhan kota tempat orang merayakan dan merasakan diri sebagai anggota suatu masyarakat perkotaan.

Distribusi ruang terbuka hijau juga penting memperhatikan keperluan untuk keselamatan dari bencana. Ketika gempa, orang perlu keluar dan menjauh dari bangunan-bangunan agar tidak tertimpa serpihan kaca atau bagian bangunan lain yang jatuh. Untuk soal ini sebenarnya agak mengerikan membayangkan Jalan Thamrin-Sudirman dan Rasuna Said di Jakarta, yang sama sekali tidak memiliki ruang terbuka yang cukup luas dan pada jarak aman dari kemungkinan terkena jatuhnya serpihan dari bangunan-bangunan tinggi di sana. Melarikan diri ke ruang jalan adalah suatu tindakan yang berbahaya, karena dalam keadaan panik gempa misalnya, maka lalu lintas pun akan mengalami kekacauan yang berbahaya.

Terkait dengan lokasi , ada keharusan kemudahan mencapai ruang terbuka hijau. Untuk di lingkungan perumahan, ia harus dapat dengan mudah, nyaman dan aman dicapai dengan berjalan kaki, mungkin juga dengan sepatu roda, bersepeda dan kereta bayi. Misalnya dalam lima menit. Untuk yang antar-lingkungan perumahan dan fungsi lain, alangkah baik bila dapat dicapai dengan jalan kaki juga dan/atau sepeda, misalnya dalam sepuluh menit. Untuk yang lain, harus ada kemudahan pencapaian dengan angkutan umum, dan tegas bukan untuk kendaraan pribadi. Kehadiran kendaraan pribadi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang bertentangan dengan tujuan sosial dan ekologis dari ruang terbuka hijau itu sendiri. Dapat juga ruang terbuka hijau di antaranya berbagai lingkungan permukiman/rumah dan lainnya (misalnya perkantoran) sekaligus merangkap sebagai titik simpul angkutan umum.

Selanjutnya rancangan ruang terbuka hijau itu—yaitu jenis tanamannya, fasilitas yang tersedia, bahan dan komposisi antara perkerasan dan rerumputan hijau, dan lain-lain—disesuaikan dengan kinerja sosial dan lokasinya tersebut.

Sedangkan fungsi ekologis seharusnya mewarnai seluruh ruang terbuka hijau di semua kota kita, karena pada dasarnya semua kota kita, bukan hanya Jakarta, sedang menempuh jalan yang menghancurkan ekologi dan karena itu perlu dibalikkan arahnya, antara lain dengan ruang terbuka hijau. (Ada banyak hal lain dan lebih mendasar yang harus dilakukan juga).

Kinerja ekologis ini adalah: penyerapan air, penyerapan polusi udara, dan mungkin sekali pengolahan sampah. Untuk menyerap air, ruang terbuka hijau harus digemburkan, atau dan mengandung pasir yang cukup dibandingkan dengan lempung. Kalau hal itu tidak mungkin, maka perlu ada sumur, kolam atau danau buatan (tergantung luasnya) yang di dasarnya disambungkan dengan pipa-pipa ke lapisan pasir yang menyerap air. Komposisi tanaman besar dan kecil perlu memperhitungkan keperluan tersebut juga. Pohon besar dengan akar yang banyak akan membantu penggemburan tanah. Untuk menyerap polusi udara pun, komposisi tanaman dapat mempengaruhi kinerjanya. Khusus untuk menampung (sementara) dan menyerapkan air (kemudian) di kota-kota yang sangat rawan banjir seperti Jakarta, satu gagasan perlu dipertimbangkan: manfaatkan semua ruang yang tidak fungsional sejauh ini, misalnya sebagian kolong jalan layang yang Nampak kosong.

Dijahit oleh UU ruangmenataplangit
Refrensi: Komazine.blogspot.com - bacaditaman.blogspot.com-mkusumawijaya.wordpress.com


Rabu, 04 November 2015

Ruang Terbuka nan Hijau

Ruang Terbuka
ilustrasi edwanov

Ruang  terbuka sering kita tak menghiraukanya, padahal ruang terbuka yang hijau merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia yang membutuhkan sebuah ruang yang terbuka yang membuat kita bisa menikmati udara yang segar, tempat inetraksi dengan mansuisa lainya sebagai tempat yang gratis bukanya sekarang susahnya mencari ruang yang gratis di dalam system masyarakat kapitalis.

Ruang  terbuka dimana kita bisa menatap luasnya langit yan memrikan sebuah pikiran yang terbuka juga member banyak inspirasi dan membuang kepenatan dalam keghidupan sehari-hari yang semakin terasing dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin semarak saj dengan hawa nafsu konsumtif.              
edwanov


Ruang tebuka hiaju merupakan sumber udara yang segar di tengah polusi asap kendaraan bermotor yang semakin membuat nafas sesak. Dan ruang terbuka sebagai daerah resapan air hujan buat cadangan di saat kemarau yang berkepanjangan di tahun 2015 ini di bulan katanya novemeber yang seperti biasanya selalu saja hujan dan membuat cuaca Jakarta yang panas penuh debu menjadi sejuk.
Ruang terbuka yang membuka hati pikiran kita dan melepaskan energy negatif pergi terbang bebas berganti dengan energi yang positif.


Edwanov ruangmenataplangit

Senin, 05 Oktober 2015

Remang-remang Kudeta Oktober



KUDETA (KUmpul DEngan TemAn), 3 Oktober 2015 seperti biasa perjumpaan di malam minggu awal bulan baru mengajak untuk berkumpul di ruang terbuka, mendekatkan yang jauh dan melekatkan persaudaraan yang sudah dekat biar tambah kental .


Taman menteng malam ini sangat sedikit kalau boleh dikatakan sepi pengunjung mungkin karena taman menteng Nampak gelap dan remang-remang dari kejauhan sehingga yang mau berkunjung sedikit ragu bahkan jadi tak punya niat lagi. Gelap membuat sebagian menjadi hilang seleranya untuk mampir ke taman menteng membuat perasaan tak nyaman. Ruang publik menjadi kehilangan rohnya tanpa kehadiran publik itu sendiri.


Membuat menjadi ruang publik menjadi hidup. Ruang publik yang “hidup” dalam arti sebenarnya. Sebuah ruang publik yang baik harus memiliki prasyarat: Aman, NyamanMudah diakses (baik dari segi lokasi yang strategis maupun dan gratis seperti sinar mentari), Menarik (engaging), serta Representatif (mampu merepresentasikan berbagai macam suku, golongan,kelompok dan kepentingan). Selain itu, ruang publik yang ideal menurut ahli tata ruang yang juga dosen Universitas Trisakti-Rustam Hakim (1987), harus dapat menampung aktivitas tertentu dari masyarakatnya, baik individu maupun komunitas. Dengan melihat pada kenyataan di lapangan,  memandang bahwa Taman Menteng apa sudah memenuhi persyaratan-persyaratan di atas. Hmm dengan lampu rumah kaca dan lampu taman seringnya dimatikan baik sengaja maupun tidak membuat persayaratan itu sedikit menjauh dari sebuah konsep ruang publik di Taman Menteng.


Dalam membangun sebuah ruang publik bukan saja membangun fisiknya saja tapi bagaimana komunitas yang bergiat disan memberi sebuah roh tempat itu memang layak untuk di kunjungi. PubliK harus merasa nyaman dengan kebersihan dan keindahan di ruang publik sebaiknya kita sama-sama menjaga kebersihan, kenyamanan dan keamanan. Dan kegiatan interaksi antar manusia baik individu mapun komunitas yang menghidupkan sebuah ruang publik itu sendiri dapat selaras dengan berbagai bentuk kegiatan yang produktif dan tentunya. Sebuah ruang publik tentunya harus dapat di nikmati semua kelas, kelompok,umur, golongan dalam masyarakat apa lagi dengan pengelola taman yang benar-benar ingin menjadikan ruang publik itu menjadi hidup tak kehilangan rohnya dengan berlaku diskriminasi apa lagi mengintimidasi di ruang publik.


Bawa buku buka dan baca di taman
Mau pintar kenapa mesti bayar!!
Baca-baca di taman


Uu ruangmenataplangit.

Kamis, 01 Oktober 2015

Taman Menteng Penghujung September

September itu ceria.. september itu kelam.. september ini kemarau panjang yang merindu hujan. “hidup tanpa membaca seprti kemarau yang tak ada habisnya..bro!”



Sabtu terakhir di bulan September. Menatap langit taman menteng  di penghujung bulan September yang katanya ceria tapi gundah gulana karena ekonomi masih kurang membaik, harga kebutuhan hidup naik dan pendapatan hanya buat bertahan beberapa minggu saja, selanjutnya  terserah bagaimana mensiasatinya.


Malam minggu ini Susana taman menteng menjadi sepi tak seramai seperti malam minggu kemarin yang semarak dengan pengunjung taman dan yang penting lampu rumah kaca tidak di matikan lagi sehingga kami dapat melakukan aktifitas menggelar buku-buku dan zine .


Jika menyebut tentang Ruang Publik di Indonesia adalah sebuah tempat ataupun lahan, baik terbuka (outdoor) maupun indoor yang memiliki beberapa fasilitas umum yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh semua masyarakat. Fasilitas yang menurut saya biasanya ada pada sebuah ruang publik setidaknya memiliki bangku/kursi, jogging track dan toilet umum serta tempat sampah.  ruang publik juga dilengkapi dengan pohon-pohon peneduh maupun tanaman lainnya yang memberikan panorama hijau nan menyejukkan bagi mata, kita menyebutnya dengan istilah ruang publik ruang terbuka hijau dan ruang tebuka biru untuk dimana air sebagai cadangan dan tempat meresapnya air.



Puluhan tahun yang  telah berlalu , masa kecil banyak menikmati ruang terbuka hijau dan tempat yang bebas bermain di luar ruang. Kini telah berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit yang menjulang hendak mencakar-cakar langit. Apa lagi dimana generasi 90-an dimana generasi masih bisa bermain di tanah masih banyak tanah lapang di Jakarta.
Generasi 90-an menjadi teman BIR ..bincang ringan hmm dimana munculnya music dari luar negri meracuni pendengaran kita dengan hadirnya music rock, punk, britis serta metal dan grunge lahir pada tahun tersebut.


Hari semakin larut taman menteng memang sedikit sepi dan baca-baca di taman semakin malam semakin banyak berdatangan walau pun buku dan zine yang di gelar sudah di masukan ke dalam tas tapi tetap berdiskusi sambil curhat setelah seminggu di sibukkan oleh aktifitas yang membuat kita menjadi alien sehingga tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan sesama secara langsung.
Sampai ketemu di KUDETA ..kumpul dengan teman di bulan Oktober ..

Uu ruangmenataplangit.





Senin, 14 September 2015

Kalau di Taman Menteng , Jangan Takut Akan Gelap




Sabtu 12 Sepetember 2015

“Hai kawan jangan takut, jangan resahBila lampu kamar mulai dipadamkanKu 'kan s'lalu menyanyikan lagu ini                                                                                                                       __Tasya feat Duta (SO7)


Ketemu lagi di sabtu malam minggu di taman menteng yang semakin ramai , Nampak lampu taman menyala dan rumah kaca terang tapi ada yang sedikit janggal rumah kaca yang satunya lagi Nampak gelap karena lampunya di matikan.



Waktu menunjukan 19:10 mulai mempersiapkan buku dengan harapan lampu rumah kaca ini dinyalahkan tapi setelah menghampiri duduk di depan teras rumah kaca ini ada air dan basah padahal tak ada hujan turun menguyur sepanjang hari ini.



September katanya ceria lampu taman dan teras basah itulah keceriaan di tengah kegundahan karena tak bisa menggelar buku,zine, majalah hmm.. nampak pengunjung dan beberapa yang ingin singgah jadi sedikit kecewa karena susana kurang mendukung, remang-remang di taman dan dibagian yang lain nampak di terangi lampu.



Sabtu malam minggu ini taman menteng kembali hidup dengan keramaian pengunjung menghampiri taman ini tapi di depan rumah kaca yang seperti biasa kami menggelar baca-baca di taman sengaja atau tidak memang lampunya di matikan. Dan setelah beberapa jam dan akhirnya jam 22:10 wib lampu dinyalahkan dan yang di nyalahkan lampu tembak rumah kaca. Lampu menyala  acara baca-baca pun sudah berakhir beberapa jam sebelumnya  dengan masalah penerangan. Akhirnya kami hanya bicara santai, sedikit silauan dengan lampu tembak yang menggangu penglihatan kalau terkena sinarnya terlalu lama. Karena dengan kegelapan yang tidak mampu mengusir kami beranjak dari depan rumah kaca mungkin dengan terpaan sinar yang menyilaukan bisa membuat kami pergi menjauh dari taman  ini.


Ruang terbuka yang hanya di buka namun tertutup dengan kegiatan yang agak menyimpang dengan kegiatan mengajak membaca dan berkumpul di ruang terbuka sambil menatap langit malam bagaikan oase di tengah kemarau yang belum berakhir di September ini di tengan kegundahan ekonomi yang berdampak pada ekonomi rakyat bawah . Tetapi belum menyentuh kelas menengah yang kemarin memadati konser di Senayan 40 ribu orang memadatinya dengan harga tiket yang tak menjagkau sebagian rakyat.


Kolektif media KBBT­­__ ruangmenataplangit

Kamis, 03 September 2015

Baca-Baca di Taman Akhir bulan Agustus

Sabtu 29 Agustus 2015 baca-baca di taman menutup perjumpaan di bulan Agustus 2015 ini dengan bernyanyi bersama akustikan dan menggelar bacaan di tempat biasa di depan rumah kaca taman menteng. Walau kami telat dari jadwal yang telah di sepakati karena kepadatan jalanan ibu kota “seperti biasa tanggal muda nih, macet” kata kondektur bus kota.

Taman menteng menampakan sepi hanya ada beberapa pengunjung dan penjual kopi keliling yang merindukan daganganya laris manis malam ini. Menatap langit malam menampakkan bulan bersinar terang merias cakrawala malam yang hitam pekat.

Serasa sudah lama tak berdendang dengan sebuah gitar dan jimbe dengan lagu-lagu penuh semangat untuk melawan angin malam yang semakin berhembus kencang. Pengunjung taman menteng semakin lama makin banyak yang singgah di taman ini sepertinya lampu rumah kaca seakan memanggil laron-laron dengah cahaya terangnya untuk mengucapkan selamat tinggal bulang Agustus dan selamat datang bulan September dengan harapan hidup dengah penuh keceriaan.


September ketemu lagi di tahun ini masih berjalanya baca-baca di taman tak terasa berjalan sudah tiga tahun di taman menteng dan sesekali melipir ke beberapa taman di Jakarta. September yang ceria , September juga yang terlalu penuh kegundahan akibat ekonomi yang tak kunjung membaik.


Cerita tiga tahun baca-baca di taman hmm sudah tiga tahun berlalu dengan cepat. Serasa baru kemarin masih dengan koleksi buku pribadi serasa aneh menggelar buku di taman sering bertanya masih sampai sekarang “ini di jual nggak” ..mau pintar kenapa mesti bayar! Baca gratis walau pun terkadang lampu taman gelap gulita atau hujan pun turun sehingga kami tidak bisa menyapa pengunjung taman.

Edwanov ruangmenataplangit