Tampilkan postingan dengan label kbbt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kbbt. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2018

Taman Menteng Tidak Buka 24 Jam

baca-baca di taman


Cahaya lampu taman redup dan senyap perjalanan menuju TAMEN (Taman Menteng), kami singgah di TAMSUR (Taman Suropati). Perjalanan tak begitu jauh menuju Taman Menteng, malam ini banyak anak-anak sekolah yang menghabiskan liburan malam ini di taman. Sebab senin depan akan mulai masuk sekolah lagi dan liburan telah usai.
baca-baca di taman bulan juli

Setelah hampir kurang lebih tiga tahun yang lalu PPD 213 di gantikan dengan bus transjakarta, menuju taman menteng sedikit tergangu karena itu adalah angkutan umum yang biasanya kami tumpangi menuju Taman Menteng baik yang dari arah Kp.Melayu maupun yang dari arah Grogol dan di Taman Menteng kita kumpul bertemu bersilahturahmi setelah menjalankan rutinitas kerja yang membuat terasing dengan hubungan sosial.
baca di taman

Kini untuk menuju Taman Menteng , setidaknya kami menggunakan transportasi commuter line, transjakarta, angkutan online bahkan bajaj. Taman sedikit sepi karena taman menteng selalu saja ada pembatasan jam malam sampai 00:00 wib. Ruang publik yang di batasi dengan jam malam bangktu taman yang merindukan untuk merebahkan badan beratapkan langit malam yang cerah serta di selimuti udara jakarta yang agak dingin saat malam dengan suasana yang langka keheningan Ibu kota. Katanya Jakarta tak pernah tertidur jam 22;00 wib malam ini semakin senyap dan mengantuk tertidur karena Taman Menteng bukan 24 jam non stop untuk ruang publik lagi.


Edwanov ruangmenataplangit.

Sabtu, 02 September 2017

HOAX

Huruf "a" pada "hoax" dlm bhs Inggris TIDAK dilafalkan dengan jelas. Dengarkan pelafalan yg benar di sini:

hoax

 UK How to pronounce hoax noun in British English
 US How to pronounce hoax noun in American English
 UK How to pronounce hoax verb in British English
 US How to pronounce hoax verb in American English

 
hoax_edwanov

Penggiat dan pegiat

Beda tipis memang  antara "penggiat" dan "pegiat". "Penggiat" adalah “orang yang menggiatkan”, sedangkan "pegiat" atau “aktivis” adalah “orang yang bergiat” atau berusaha sungguh-sungguh dalam suatu bidang kegiatan. Misalnya, “Sebagai pegiat literasi, dia penggiat membaca buku di kampungnya dengan membuka bacaan gratis.”
BIR (bincang ringan)

Membaca itu

"Membaca membuka cakrawala pengetahuan"
@bacaditaman
KBBT 

Senin, 03 April 2017

KUDETA APRIL


Salam dan Bahagia ..

Ehh tak terasa sudah bertemu kembali dengan April di tahun 2017… 1 April 2017 yeaah Baca-Baca di Taman kembali terbuka untuk khalayak luas sebelumnya hanya untuk para penggiat Baca-Baca di Taman ya kalau boleh disebut semi tertutuplah karena pertemuanya di ruang terbuka tapi tak ada undangan untuk umum.

Awal bulan April merupakan sebuah ritual KUDETA ..KUmpul DEngan TemAn di taman menteng di depan teras rumah kaca saja karena rumah kaca tertutup untuk umum kalau mau di dalam rumah kaca harus bayar bro..

Kebetulan awal bulan ini langit Jakarta nampak sendu meragu untuk melangkah menuju taman menteng. Hujan pun tak lama turun begitu derasnya menjelang senja. Langit menumpahkan keresahanya di awal bulan , hujan taka da jeda untuk merobosnya untuk menuju taman ..hmm mau tak mau terpaksa kuda besi kami meneduh di bawah jembatan untuk menghindari pakaian kami yang hampir basah.

Waktu semakin cepat melaju walau pun telat dari apa yang direncanakan. Terpaksa kami menerjang hujan untuk ke taman menteng. Air hujan bagaikan jarum yang menusuk membuat badan kami segar seperti akupuntur tapi ini alami.

Malam 20:15 wib kami tiba di taman tapi menteng memang sepi tapi ini nampak senyap tak seperti awal bulan lalu yang sedikit bergairah. Senyap sekali tak terlihat batang hidung pengunjung taman menteng. Hujan gerimis pun masih menemani dengan setia keberadaan kami di taman ini. Malam ini kami hanya duduk-duduk bertukar cerita dengan tak nyaman karena teras rumah kaca basah.

Malam tak terasa makin larut dalam bincang-bincang di depan rumah kaca. Taman baru menampakan pengunjung yang hanya mampir sekedar berfoto di depan rumah kaca. Rumah kaca di taman menteng nampak suram karan cahaya lampu tak dinyalahkan semua. Rumah kaca yang tak gemerlap memanggil pengunjung dan hujan membuat penjual keliling yang bersepeda bergundah gulan untuk mendapatkan rezeki di malam minggu di awal bulan yang biasanya memenuhi target mereka.


Menatap langit yang penuh polusi cahaya kota jakarta di taman setelah hujan pergi menjauh dari taman yang nampak sepi dan suram.

Tim ruangmenataplangit-komazine

Senin, 19 Desember 2016

Menatap Langit Desember di Taman


Sabtu 17 Desember 2016 hujan mengguyur Jakarta yang hari ini jalanan agak sedikit sepi di beberapa titik terjadi kepadatan namun tak terlalu membuat strees karena macet. Menuju Taman Menteng dengan bus transjakarta yang melewati Menteng .

Jakarta yang katanya sedang memanas untungnya hari ini di guyur hujan dan ada pertandingan final sepak bola AFF 2016 leg kedua antara Thailand vs Indonesia ini adalah penentuan siapa juaranya, pantas saja Jakarta semakin sepi suasananya karena sepak bola adalah olahraga yang paling popular di masyarakat. Tapi agak sedikit mereda karena politik pilkada yang terlalu taktis membela calon DKI satu. Sehingga rakyat di ombang-ambing oleh ombak kampanye hitam yang membuat resah di akar rumput. Politik warisan kompeni adu domba broo.. terasa sekali di media sosial ..penuh dengan adu hoax saja. Tidak membuat pemilih cerdas yang memilih berdasarkan sebuah program yang membuat langkah progresif demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Adu domba lewat SARA memang paling menyeramkan soal kemenangan di leg pertama saja sudah tersebar isu bahwa timnas Indonesia adalah kafir ihhy kemana semboyan bhineka tunggal ika kalau saja ikut-ikutan termakan isu dan menshare dari berita hoax sampai meme penyebar kebencian atas keberagaman dalam sebuah bangsa Indonesia. Yang dibangun atas keberagama suku, kebudayaan, pandangan politik serta agama.
Kritis itu adalah sebuah pola pikir dan masyoritas orang Indonesia tak terbiasa dengan pola pikir kritis. Pola pendidikan Indonesia juga turut membentuk watak yang tak kritis dengan pendidikan berfokus pada menghafal buak menganalisa suatu permasalahan. Dan kita memang senang di suapi dan menelan mentah-mentah apa yang di berikan kepada kita.

Kita berpikir kritis dan  biasanya malah ada stigma menganggap sebagai si pembangkan karena pola pikir kritis tersebut. Pola kritis adalah sebuah hal yang penting di jaman era teknologi informasi yang begitu derasnya arus informasi yang di sodori kepada kita melalui internet. Kalau tak pandai menyaring informasi dan menelan mentah-mentah yang beredar sedang lagi trending topik di media sosial seperti kerbau yang dicucuk hidungnya hmm..

Menurut  kolumnis The Daily Dot, Cabell Gathman punya pendapat lain kenapa di era media sosial kita gemar menyebarkan kebohongan.

Menurut Cabell, saat ini banyak orang di media sosial tak lagi membaca isi konten yang mereka bagikan. Kebanyakan orang  di media sosial kerap hanya membaca judul yang mereka pikir benar. Ini bisa kita dilihat dari beberapa berita yang terkadang judul dan isinya tak ada kaitanya, tetapi ketika dibagikan orang cenderung berkomentar tentang judulnya saja karena malas membaca isi konten.

Seorang profesor sosiologi dari University of Notre Dame, David Gibson menyebut bahwa kabar bohong dibuat dalam satu jaringan sosial untuk menjaga sebuah kepentingan. Kadang secara sadar seseorang menyebarkan kebohongan untuk membantu agenda yang dibuat. Profesor Gibson menyebut korporasi, lembaga negara, dan militer kerap membuat propaganda kebohongan agar kepentingan mereka bisa terjaga. Dalam hal ini hoax dibuat agar orang tak lagi fokus pada masalah sebenarnya dan terjebak pada hal-hal bombastis yang bukan menjadi pokok sebuah persoalan yang lebih penting. Inilah agenda tersembunyi dari sebuah kabar bohong belaka.

…Ehh ngomong-ngomong Indonesia kalah di kandang Thailand telak 2-0 hmm.. harapan dan fakta menjauh . Kita sering kali terhalusinasi oleh pancaindra kita sendiri sekalipun itu berdasarka fakta dan data.

Sebuah kenyataan atau reallitas adalah sebuah rekonstruksi pancaindera manusia. Persepsi kita didasari pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman yang dipunya. Sekalipun tetap didasari fakta, persepsi kita tetap saja bisa terkecoh kalau tidak turut melihat dengan sebuah kebijaksanaan dalam menginterpretasinya. Meski didukung kumpulan angka statistik yang presisi, belum berarti sebuah kesimpulan manusia atas suatu fenomena betul adanya yeaah.“ jangan mau di bohongi oleh kemenangan. Sebab Kemenangan adalah kekalah yang tertunda”

Uu ruangmenataplangit




Rabu, 09 Maret 2016

Baca di taman menteng (Maret)



“Orang tidak akan mati kelaparan jika tidak membaca buku sepanjang hidupnya. Ia akan tetap hidup, meskipun bodoh”
- AS Laksana -


Membaca buku adalah sebuah kemewahan, membaca buku juga sebuah keberanian di tengah masyarakat yang mungkin sudah pintar sehingga tidak perlu lagi membaca, atau mungkin juga membaca satu buku sudah cukup seperti seorang novelis yang minggu ini menjadi topic]k di sosial media dianggapnya Indonesia merdeka bukan karena orang-orang yang berpaham komunis tapi partai komunis Indonesia yang pertama kali menggunakan nama indonesia hmm bahaya bila seorang hanya membaca dan mempunyai satu buku dari pada banyak buku dan membaca dan mulai memahaminya dan berkarya dalam hidup mencerahkan yang lainya.

Organisasi politik yang pertama memakai nama Indonesia pada tahun 1920,  PKI setelah kongres di Semarang resmi memakai Partai Komunis Hindia dan tujuh bulan kemudian merubahnya menjadi Indonesia menurut mereka lebih menegaskan prinsip perjuangan organisasi politik dengan menggunakan nama Indonesia.

Namun ada versi lain yang mengatakan bahwa baru pada bulan juni 1924, melalui sebuah kongres di Weltevreden, Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Oleh sebab itu Belanda mencap kata Indonesia sebagai kata komunis yang selalu saj menjadi hantu di dalam masyarakat sebagai sesuatu yang menyeramkan. Untuk mencegah penyebarluasnya dalam gerakan pembebasan Indonesia. Sudah merdeka lupa akan sejarahnya bangsanya sendiri.

Baca di taman Maret

Polemik seorang novelis yang menggemparkan dan akhirnya membuka cakrawala pengetahuan tentang sebuah nilai kebangsaan indonensia yang di bangun dengan berbagai macam golongan, suku, agama dan ideology. Dalam semboyan bhineka thunggal ika tapi sekarang malah ika-nya saja yang di jalankan tidak bisa menerima sebuah perbedaan pandangan , ideology, agama,suku, ras dan antar golongan.

Baca-baca di taman di awal bulan Maret  Susana taman menteng semakin sepi saja tak hanya di taman hampir sebagian jalanan Jakarta juga sepi tak terlalu macet. Jakarta terlalu senyap di malam minggu apa lagi di awal bulan hmm.. sepi membunuh di malam minggu beberapa pengunjung taman akhirnya meninggalkan taman satu persatu.

Baca-baca di taman malam ini sedikit terlambat kami berangkat dari arah barat Jakarta tapi apa daya kuda besi kami mogok di daerah slipi dan akhirnya membuat kami telat membuka baca-baca di taman, malam ini tak menggelar buku karena kami ingin melihat seberapa respon para pengunjung taman untuk turut serta membaca buku dan membawa buku di taman yeaah selamat bermalam minggu…

Uu ruangmenataplangit.



Senin, 25 Januari 2016

Hujan Januari di Taman

salam dan bahagia

Jakarta Sabtu ini di guyur hujan sepanjang hari begitulah Januari yang baru benar-benar terasa, sepanjang hari di guyur hujan. Habis hujan dan muculnya kemacetan yang terlalu panjang menuju taman menteng , Jakarta pusat. Kenadaraan pribadi yang semakin banyak, karana peraturan yang mempermudah untuk memilikinya menyebabkan jalanan semakin padat, angkutan umum yang belum menjadi idaman publik karena masih tak nyaman.

Baca-baca di taman harus tertunda satu jam dari jadwal acaranya karena kemacetan yang terlalu panjang , ada lagi kawan yang piket minggu ini harus tertahan lebih lama lagi karena ban motornya bocor di jalan.

Baca-baca di ruang terbuka memang sudah resiko kalau hujan kami tak dapat menggelar buku-buku dan malam ini kami terlambat hampir sejam dan menggelar buku dan tak lama gerimis dan hujan pun semakin deras dan kami makin merapat di teras rumah kaca sambil bersenda gurau, berbincang setelah kami teralienasi dalam bekerja sehingga waktu luang untuk bersosialisasi tak tersisa sedikit pun.

Puisi:
Januari
Hujan sepanjang hari
Pakaian ku belum kering
Oh januari
Hujan sehari-hari
Udaranya sejuk
Dingin menusuk
Rasa malas
Dan kantuk
Datang menggoda
Hujan tak bisa di tawar-tawar lagi
Turun saat berangkat atau pun pulang bekerja

Uu 23 januari 2016,menteng


Kolektif media KBBT 

Selasa, 19 Januari 2016

baca di ruang publik (baca-baca di taman menteng)

Ruang Publik

salam dan bahagia..

Baca-baca di taman 16 januari 2016 , taman menteng depan rumah kaca untuk undangan terbuka tak seperti di akhir tahun baca-baca di taman banyak yang mencari tapi tak ketemu , karena baca-baca di taman tak menggelar buku-buku bacaan dan lebih berkumpul antar penggiat saja walau ada juga banyak kawan lain bergabung tapi memang  tak serutin di bulan kemarin karena ada kendala dari kesibukan sampai cuaca yang sering tak mendukung kegiatan kami di ruang terkbuka.


Baca-baca di taman, Sabtu ini memang di buka agak lebih awal karena ada janji dengan liputan sebuah stasiun televisi yang ingin meliput kegiatan di ruang publik.  Ruang publik tanpa individu yang beriteraksi atau komunitas yang bergiat di ruang publik seperti ruang hampa sunyi  dan sepi seperti rumah hantu.


Ruang publik dimana ruang tersebut dapt diakses siapa saja adanya komunikasi atau ineteraksi  antara individu maupun komunitas. Di ruang publik  adalah  tempat  yang bebas berekspresi,  siapa pun dapat menuangkan idea atau gagasan, mengemukkan pendapat . Ruang publik adalah wadah untuk berkreasi. setara di ruang publik dan dinamis dimana ruang publik adalah terbuka untuk kegiatan apapun yang positif dan progresif  dalam perkembangan masyarakat.



Edwanov  ruangmenataplangit

Selasa, 01 Desember 2015

JANBAR (HUJAN BUBAR ...) II

#JANBAR 2 (R T H)

28 November 2015


Rupanya langit malam masih berselimut polusi sisa senja yang menepi pada kesenyapan pergantian waktu . JANBAR hujan bubar baca-baca di taman malam ini cuaca cerah . cuaca mendukung bro untuk mengelar baca-baca di taman .

Sejarahnya  taman menteng ini merupakan stadion yang bersejarah di Jakarta tempat markas  klub sepak bola di Jakarta, tetapi sekarang telah berubah fungsi menjadi taman kota yang telah diresmikan pada tahun 2007 yang telah berlalu oleh Gubernur Jakarta pada waktu itu Sutiyoso. 

Memang berat pilihannya  seperti buah simalakama kalau dimakan Ibu mati kalau tak dimakan Bapak yang mati. Pada waktu itu di satu sisi Jakarta membutuhkan taman kota yang berfungsi sebagai faktor penyeimbang berupa daerah terbuka hijau melalui pohon-pohon yang hidup di dalamnya, akan tetapi Jakarta juga butuh sarana lapangan sepak bola, hampir bisa dipastikan bagi kita yang ingin bermain sepak bola lapangan akan kesulitan menemukan lapangan di Jakarta. 

Ruang terbuka hijau di Jakarta merupaka oase bro. Ruang terbuka hijau salah satunya taman yang berfungsi secara sosial dan  ekologis. 

RTH Untuk fungsi sosial, ruang terbuka hijau perlu memiliki hirarki: untuk lingkungan ketetanggaan, di tengah-tengah lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara beberapa lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara berbagai fungsi perkotaan seperti perkantoran, sekolah, dan lain-lain; dan untuk keseluruhan kota tempat orang merayakan dan merasakan diri sebagai anggota suatu masyarakat perkotaan.

Distribusi ruang terbuka hijau juga penting memperhatikan keperluan untuk keselamatan dari bencana. Ketika gempa, orang perlu keluar dan menjauh dari bangunan-bangunan agar tidak tertimpa serpihan kaca atau bagian bangunan lain yang jatuh. Untuk soal ini sebenarnya agak mengerikan membayangkan Jalan Thamrin-Sudirman dan Rasuna Said di Jakarta, yang sama sekali tidak memiliki ruang terbuka yang cukup luas dan pada jarak aman dari kemungkinan terkena jatuhnya serpihan dari bangunan-bangunan tinggi di sana. Melarikan diri ke ruang jalan adalah suatu tindakan yang berbahaya, karena dalam keadaan panik gempa misalnya, maka lalu lintas pun akan mengalami kekacauan yang berbahaya.

Terkait dengan lokasi , ada keharusan kemudahan mencapai ruang terbuka hijau. Untuk di lingkungan perumahan, ia harus dapat dengan mudah, nyaman dan aman dicapai dengan berjalan kaki, mungkin juga dengan sepatu roda, bersepeda dan kereta bayi. Misalnya dalam lima menit. Untuk yang antar-lingkungan perumahan dan fungsi lain, alangkah baik bila dapat dicapai dengan jalan kaki juga dan/atau sepeda, misalnya dalam sepuluh menit. Untuk yang lain, harus ada kemudahan pencapaian dengan angkutan umum, dan tegas bukan untuk kendaraan pribadi. Kehadiran kendaraan pribadi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang bertentangan dengan tujuan sosial dan ekologis dari ruang terbuka hijau itu sendiri. Dapat juga ruang terbuka hijau di antaranya berbagai lingkungan permukiman/rumah dan lainnya (misalnya perkantoran) sekaligus merangkap sebagai titik simpul angkutan umum.

Selanjutnya rancangan ruang terbuka hijau itu—yaitu jenis tanamannya, fasilitas yang tersedia, bahan dan komposisi antara perkerasan dan rerumputan hijau, dan lain-lain—disesuaikan dengan kinerja sosial dan lokasinya tersebut.

Sedangkan fungsi ekologis seharusnya mewarnai seluruh ruang terbuka hijau di semua kota kita, karena pada dasarnya semua kota kita, bukan hanya Jakarta, sedang menempuh jalan yang menghancurkan ekologi dan karena itu perlu dibalikkan arahnya, antara lain dengan ruang terbuka hijau. (Ada banyak hal lain dan lebih mendasar yang harus dilakukan juga).

Kinerja ekologis ini adalah: penyerapan air, penyerapan polusi udara, dan mungkin sekali pengolahan sampah. Untuk menyerap air, ruang terbuka hijau harus digemburkan, atau dan mengandung pasir yang cukup dibandingkan dengan lempung. Kalau hal itu tidak mungkin, maka perlu ada sumur, kolam atau danau buatan (tergantung luasnya) yang di dasarnya disambungkan dengan pipa-pipa ke lapisan pasir yang menyerap air. Komposisi tanaman besar dan kecil perlu memperhitungkan keperluan tersebut juga. Pohon besar dengan akar yang banyak akan membantu penggemburan tanah. Untuk menyerap polusi udara pun, komposisi tanaman dapat mempengaruhi kinerjanya. Khusus untuk menampung (sementara) dan menyerapkan air (kemudian) di kota-kota yang sangat rawan banjir seperti Jakarta, satu gagasan perlu dipertimbangkan: manfaatkan semua ruang yang tidak fungsional sejauh ini, misalnya sebagian kolong jalan layang yang Nampak kosong.

Dijahit oleh UU ruangmenataplangit
Refrensi: Komazine.blogspot.com - bacaditaman.blogspot.com-mkusumawijaya.wordpress.com


Kamis, 27 Agustus 2015

Kumpul di Taman Menteng


baca di taman _KBBT


Sabtu 22 Agustus 2015 sehabis senja beranjak pergi dan saatnya menuju ke taman menteng. Melewati jalan Jatinegara barat yang terlihat barisan aparat keamanan yang menjaga di sebrang kali ciliwung kampung pulo. Jalan hari itu baru di buka sepanjang hari sabtu ini kata kondektur PPD. 

Jakarta menyisakan  kampung-kampung yang di anggap kumuh bagi kelas menegah, ibu kota memang terlalu gemerlap menyimpan kesenjangan sosial penduduknya. Semenjak era rezim militeristik soeharto pembangunan kota untuk mencapai standarisasi keindahan menurut penguasanya harus mengorbankan rakyat yang termiskinkan oleh system yang tak adil. Bagi rakyat kecil tapi bagi rakyat menengah maupun atas benar-benar enak karena dapat kebagian kue pembangunan dari era orde baru enah toh jamanku rindu orde baru hahaha harga dolar tak seperti sekarang menembus Rp.14.000 untuk satu dolar.
membaca kartu _game di baca-baca di taman

games kartu _baca-baca di taman


Jaman sudah berganti rupa katanya Cuma rupanya saja tapi kebijakanya masih hampir sama kurang lebih mirip, eh serupa namun nampak sama. rakyat kecil tinggal di kampung-kampung di pinggir kali di balik tembok di pinggiran rel di kolong jembatan karena system pembangunan yang hanya mengejar sebuah kata modernisasi kelas menengah saja tapi yap’s begitulah kata mbah jenggot sejarah manusia memang pertentangan kelas.

Kondisi ekonomi sekarang hampir mirip era kejatuhan rezim militeristik soeharto. Akibat tekanan global, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi. Namun melemahnya nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh level Rp 14 ribu per dolar Amerika Serikat itu lebih banyak dipicu kondisi eksternal.
“Selama bank sentral Amerika Serikat belum memberikan kejelasan seputar suku bunganya, rupiah bakal terus bergerak naik-turun,”
Merujuk beberapa pengamat ekonomi . Menujukkan pada indeks inflasi 2 persen dan pertumbuhan 4,7 persen saat ini yang sehat, berbanding terbalik dengan tahun 1998 yang minus hingga belasan persen.

Hmm ekonomi sedang lesu tapi ruang publik seperti taman menteng memang sebagai obat pelepas kepenatan, berkumpul berdiskusi ringan melepaskan segala beban selama hampir seminggu ini di penuhi dengan pekerjaan dan keadaan ekonomi yang tak kunjung membaik.


Kolektif media kbbt




Rabu, 19 Agustus 2015

70 tahun Revolusi Agustus!!

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”
– Soekarno.


Tujuh puluh tahun silam di pertengahan bulan agustus ketika itu bertepatan dengan bulan puasa. Sekelompok Pemuda Menteng 31 melakukan pengamanan atau penculikan terhadap golongan tua Bung Karno dan Bung Hatta.

Sekelompok pemuda yang bermarkas di daerah Menteng 31 mendatangi kediaman Bung Karno bertempatan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Menteng Jakarta. Bung Karno, yang sudah mengetahui kedatangan utusan pemuda ini, segera menemui mereka di beranda rumah. “Sekarang, Bung! Sekarang, malam ini juga kita kobarkan revolusi,” ujar Chaerul Saleh, salah seorang dari pemuda tersebut. “Kami tidak ingin mengancammu, bung,” kata Wikana dengan nada suara serak.

Pemuda asal Sumedang, Jawa Barat, itu melangkah dengan memegang sebilah pisau terjulur di tangannya. “Revolusi di tangan kami sekarang dan kami memerintah Bung. Kalau Bung tidak memulai revolusi malam ini, maka…” Sekilas sedikit cuplikan dialog pemuda saat memaksa Bung Karno, dan juga mereka yang disebut golongan tua saat itu, untuk membacakan proklamasi kemerdekaan. Akhirnya, karena rencana di atas menemui kegagalan, para pemuda kemudian menculik Bung Karno dan membawanya ke Rengasdeklok, Karawang.

Inilah salah satu peranan menonjol pemuda dalam proklamasi kemerdekaan. Banyak peristiwa sebelum dan sesudah kemerdekaan juga menceritakan peranan dari kaum muda. Tidak salah kemudian, campur-tangan pemuda yang sangat besar dalam jalannya revolusi di Indonesia oleh Ben Anderson disebut “revolusi pemuda”. Beginilah watak khas dan arah dari sebuah revolusi Indonesia pada permulaannya memang ditentukan oleh kesadaran pemuda ini,” kata Anderson.
“Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri”. Pramoedya Ananta Toer.

Menurut Pramoedya Ananta Toer, salah seorang sastrawan besar Indonesia, mengatakan sejarah Indonesia adalah sejarah pemuda Indonesia, yang dimulai dengan Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sumpah Pemuda, Revolusi Agustus 1945, hingga penggulingan diktator Soeharto. “Hanya sayang mereka tidak melahirkan pemimpin,” kata Pram.

Sejarah perubahan Indonesia adalah pemuda sebagai agen perubahan dan sayangnya pemuda belum di beri kesempatan untuk memimpin. Pemuda sebagai agen perubahan di era neoliberal dengan kenyamanan teknologi komunikasi, penuh semangat hedon dengan hasrat konsumtif dan eksitensialis sebagai filosofi hidupnya.

Tujuh puluh tahun Revolusi Agustus tanpa makna
Merdeka itu siapa yang punya
Merdeka kata mereka 
Tapi merdeka bukan Cuma kebebasan !
Tapi pembebasan dari pikiran yang masih terbelenggu !!

Koletif media KBBT






Senin, 08 Juni 2015

Baca-Baca di Taman 13 Juni 2015

baca-baca di taman bulan Juni 2015
Baca-Baca di Taman
Sabtu 13 Juni 2015
8:00-9:00 pm
depan rumah kaca, Taman Menteng

donasikan buku layak baca kamu
untuk baca-baca di taman

uk 085693169266
agoes 085714771682
twitter @bacaditaman
KBBT-komazine

Selasa, 10 Juni 2014

KUDETA BACA-BACA DI TAMAN JUNI 2014

KUDETA TAMAN MENTENG

Yeah.. ketemu di bulan juni 2014 baca-baca di taman. Kudeta (kumpul dengan teman) di depan rumah kaca taman menteng setiap sabtu malam minggu yang merupakan ritual tiap minggu untuk berkumpul ketemu langsung di ruang publik setelah hampir seminggu disibukan aktifitas yang teralienasi dari kehidupan sosial kita sebagai manusia. Dalam suatu negara modern seperti saat ini di ibaratkan sebagai komunitas politik yang raksasa. Dalam komunitas politik, setiap warga negara mewujudkan tindakannya demi kehidupan bersama. Menurut Aristotele, manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri, karena ia selalu membutuhkan pertolongan orang lain mahluk sosial. manusia hidup dalam masyarakat dan membentuk polis, sehingga manusia menurut Aristotele pada hakekatnya merupakan zoon politikon, yaitu makhuk yang hidup dalam polis. Manusia mesti di maknai hanya jika ia di mengerti dalam kehidupan bersama. Hal itu di mungkinkan dengan cara melihat manusia berdasarkan tindakannya di ruang publik. Ruang publik dan ruang privat sama-sama memiliki kepentingan.



Kudeta ..kumpul dengan teman di awal bulan Juni berbagi cerita, berbincang ringan yeah. Membuka-buka buku di taman walau pun tak terlalu konsen untuk membacanya karena ada kawan-kawan yang lama tak datang kembali hadir di baca-baca di taman.


Hmm Cuaca tampak tak akan turun hujan seperti di akhir bulan Mei 2014 malam minggu kemarin. Dan baca-baca di taman di awal bulan Juni berjalan seperti biasanya. Menatap langit malam yang begitu indah penuh harapan dan mimpi yang harus di wujudkan biar tidak menjadi utopis belaka. Tak terasa sudah satu tahun Sembilan bulan baca-baca di taman ini berjalan. Dan Susana menjelang dua tahun ini juga sedikit sepi berbarengan dengan menjelang pemilu presiden, piala dunia, puasa dan hari raya lebaran. Hmm konflik antar pendukung semakin terlihat, rakyat semakin terbawa situasi dan seharusnya pemilu presiden yang sama-sama ingin membangun bangsa dan Negara jangan sampai rakyat yang menjadi  korban. Pemilu bukan sekedar pesta bagi-bagi kue kekuasaan, pemilu adalah ajang membangun persatuan membangun Negara yang berdaulat dari cengkraman neoliberalisme .


Tim Kolektif Media kbbt ruangmenataplangit

Senin, 21 Oktober 2013

Hujan di Taman II



Malam minggu di taman menteng, depan rumah kaca ketemu lagi di baca-baca di taman membuka ruang terbuka berdiskusi dan bernyanyi bersama malam ini kedatangan tamu dari Yogjakarta kawan-kawan Aurette and The Polska Seeking Carnival dengan sentuhan folk pop yeah sesuai dengan cuaca yang mendung malam ini.
baca di taman oktober

Ruang terbuka atau ruang public yang di nikmati siapa pun dan yang berparsipasi adalah kita semua yang membutuhkan ruang untuk sekedar bertemu kawan-kawan dan memandang langit malam yang sedikit mendung malam minggu.
 
baca-baca di taman with Aurette and The Polska Seeking Carnival
Selalu saja di guyur hujan di malam minggu di taman menteng dan baca-baca di taman mau tak mau hujan semakin turun deras menguyur taman ini dan menutup buku-buku untuk menyelamatkan dari air yang membuat buku, zine rusak terkena air.

Hujan di taman semakin deras dan pengunjung taman mencari tempat untuk berlindung dari derasnya hujan. Ruang terbuka suatu tempat untuk public dimana partisipasi public yang menjaga dan merawatnya.

Uu ruang mentap langit.