Tampilkan postingan dengan label baca di ruang terbuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baca di ruang terbuka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2018

Selamat Malam Taman Menteng

11 Agustus 2018

Taman adalah ruang publik yang menyediakan tempat untuk berkumpul, rekreasi di tengah pemukiman atau kota yang semakin sempit, meminimalkan kebisingan, berolahraga. Ruang publik adalah tempat yang bermanfaat bagi penduduk yang mampu memberikan udara yang bersih karena terkepung oleh polusi yang semakin merusak kesehatan, mampu menampung air, menghasilkan oksigen, dan mencegah erosi tanah sebagai tempat terbuka hijau dan biru. Taman sebagai ruang publik mempunyai daya tarik yang saling membutuhkan antara publik dan taman itu sendiri.
Kami berangkat di antarkan oleh bus transjakarta yang jauh di penghujung jakarta dari cibubur juntion menuju Taman Menteng, ini yang membuat gerak kami sedikit terhambat karena jarak dan lalu lintas malam minggu yang padat.

Agustus ini baca-baca di taman membuka secara terbuka ritual membuka bacaan dan berkumpul di taman depan rumah kaca, Taman Menteng. Taman di Jalan HOS Cokroaminoto malam ini terasa lebih ramai dari seperti biasanya, semakin malam semakin ramai pengamen yang sopan tambah malam makin meaksa pengunjung untuk memberikan uang. Selain pengamen banyak juga pengalang dana untuk sumbangan korban bencana alam yang makin menyemarakan malam minggu di taman menteng.
pamflet baca di taman

Taman Menteng malam ini tanpa jam malam, seperti biasanya malam makin naik makin banyak yang mampir di taman menteng yang merupakan oase di tengah kota yang nampak berbenah dalam rangka menyambut Asian Games 2018 Jakarta & Palembang. Malam semakin larut buku-buku sudah masuk kedalam tas dan kita beranjak untuk pulang untuk beristirahat di rumah bersama baca-baca di taman yang di pinggir jakarta bagian timur. Rumah bersama KBBT yang baru, masih berbenah sebagai rumah bersama untuk belajar dan berkarya secara nyata. Semoga rumah bersama ini bisa berlanjut dan sebagai tempat bermain dan belajar.

Salam dan bahagia

Edwanov - KBBT
iG: https://www.instagram.com/baca_di_taman/
T : https://twitter.com/bacaditaman

Senin, 19 Desember 2016

Menatap Langit Desember di Taman


Sabtu 17 Desember 2016 hujan mengguyur Jakarta yang hari ini jalanan agak sedikit sepi di beberapa titik terjadi kepadatan namun tak terlalu membuat strees karena macet. Menuju Taman Menteng dengan bus transjakarta yang melewati Menteng .

Jakarta yang katanya sedang memanas untungnya hari ini di guyur hujan dan ada pertandingan final sepak bola AFF 2016 leg kedua antara Thailand vs Indonesia ini adalah penentuan siapa juaranya, pantas saja Jakarta semakin sepi suasananya karena sepak bola adalah olahraga yang paling popular di masyarakat. Tapi agak sedikit mereda karena politik pilkada yang terlalu taktis membela calon DKI satu. Sehingga rakyat di ombang-ambing oleh ombak kampanye hitam yang membuat resah di akar rumput. Politik warisan kompeni adu domba broo.. terasa sekali di media sosial ..penuh dengan adu hoax saja. Tidak membuat pemilih cerdas yang memilih berdasarkan sebuah program yang membuat langkah progresif demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Adu domba lewat SARA memang paling menyeramkan soal kemenangan di leg pertama saja sudah tersebar isu bahwa timnas Indonesia adalah kafir ihhy kemana semboyan bhineka tunggal ika kalau saja ikut-ikutan termakan isu dan menshare dari berita hoax sampai meme penyebar kebencian atas keberagaman dalam sebuah bangsa Indonesia. Yang dibangun atas keberagama suku, kebudayaan, pandangan politik serta agama.
Kritis itu adalah sebuah pola pikir dan masyoritas orang Indonesia tak terbiasa dengan pola pikir kritis. Pola pendidikan Indonesia juga turut membentuk watak yang tak kritis dengan pendidikan berfokus pada menghafal buak menganalisa suatu permasalahan. Dan kita memang senang di suapi dan menelan mentah-mentah apa yang di berikan kepada kita.

Kita berpikir kritis dan  biasanya malah ada stigma menganggap sebagai si pembangkan karena pola pikir kritis tersebut. Pola kritis adalah sebuah hal yang penting di jaman era teknologi informasi yang begitu derasnya arus informasi yang di sodori kepada kita melalui internet. Kalau tak pandai menyaring informasi dan menelan mentah-mentah yang beredar sedang lagi trending topik di media sosial seperti kerbau yang dicucuk hidungnya hmm..

Menurut  kolumnis The Daily Dot, Cabell Gathman punya pendapat lain kenapa di era media sosial kita gemar menyebarkan kebohongan.

Menurut Cabell, saat ini banyak orang di media sosial tak lagi membaca isi konten yang mereka bagikan. Kebanyakan orang  di media sosial kerap hanya membaca judul yang mereka pikir benar. Ini bisa kita dilihat dari beberapa berita yang terkadang judul dan isinya tak ada kaitanya, tetapi ketika dibagikan orang cenderung berkomentar tentang judulnya saja karena malas membaca isi konten.

Seorang profesor sosiologi dari University of Notre Dame, David Gibson menyebut bahwa kabar bohong dibuat dalam satu jaringan sosial untuk menjaga sebuah kepentingan. Kadang secara sadar seseorang menyebarkan kebohongan untuk membantu agenda yang dibuat. Profesor Gibson menyebut korporasi, lembaga negara, dan militer kerap membuat propaganda kebohongan agar kepentingan mereka bisa terjaga. Dalam hal ini hoax dibuat agar orang tak lagi fokus pada masalah sebenarnya dan terjebak pada hal-hal bombastis yang bukan menjadi pokok sebuah persoalan yang lebih penting. Inilah agenda tersembunyi dari sebuah kabar bohong belaka.

…Ehh ngomong-ngomong Indonesia kalah di kandang Thailand telak 2-0 hmm.. harapan dan fakta menjauh . Kita sering kali terhalusinasi oleh pancaindra kita sendiri sekalipun itu berdasarka fakta dan data.

Sebuah kenyataan atau reallitas adalah sebuah rekonstruksi pancaindera manusia. Persepsi kita didasari pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman yang dipunya. Sekalipun tetap didasari fakta, persepsi kita tetap saja bisa terkecoh kalau tidak turut melihat dengan sebuah kebijaksanaan dalam menginterpretasinya. Meski didukung kumpulan angka statistik yang presisi, belum berarti sebuah kesimpulan manusia atas suatu fenomena betul adanya yeaah.“ jangan mau di bohongi oleh kemenangan. Sebab Kemenangan adalah kekalah yang tertunda”

Uu ruangmenataplangit




Selasa, 01 Desember 2015

JANBAR (HUJAN BUBAR ...) II

#JANBAR 2 (R T H)

28 November 2015


Rupanya langit malam masih berselimut polusi sisa senja yang menepi pada kesenyapan pergantian waktu . JANBAR hujan bubar baca-baca di taman malam ini cuaca cerah . cuaca mendukung bro untuk mengelar baca-baca di taman .

Sejarahnya  taman menteng ini merupakan stadion yang bersejarah di Jakarta tempat markas  klub sepak bola di Jakarta, tetapi sekarang telah berubah fungsi menjadi taman kota yang telah diresmikan pada tahun 2007 yang telah berlalu oleh Gubernur Jakarta pada waktu itu Sutiyoso. 

Memang berat pilihannya  seperti buah simalakama kalau dimakan Ibu mati kalau tak dimakan Bapak yang mati. Pada waktu itu di satu sisi Jakarta membutuhkan taman kota yang berfungsi sebagai faktor penyeimbang berupa daerah terbuka hijau melalui pohon-pohon yang hidup di dalamnya, akan tetapi Jakarta juga butuh sarana lapangan sepak bola, hampir bisa dipastikan bagi kita yang ingin bermain sepak bola lapangan akan kesulitan menemukan lapangan di Jakarta. 

Ruang terbuka hijau di Jakarta merupaka oase bro. Ruang terbuka hijau salah satunya taman yang berfungsi secara sosial dan  ekologis. 

RTH Untuk fungsi sosial, ruang terbuka hijau perlu memiliki hirarki: untuk lingkungan ketetanggaan, di tengah-tengah lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara beberapa lingkungan perumahan; untuk lingkungan lebih luas di antara berbagai fungsi perkotaan seperti perkantoran, sekolah, dan lain-lain; dan untuk keseluruhan kota tempat orang merayakan dan merasakan diri sebagai anggota suatu masyarakat perkotaan.

Distribusi ruang terbuka hijau juga penting memperhatikan keperluan untuk keselamatan dari bencana. Ketika gempa, orang perlu keluar dan menjauh dari bangunan-bangunan agar tidak tertimpa serpihan kaca atau bagian bangunan lain yang jatuh. Untuk soal ini sebenarnya agak mengerikan membayangkan Jalan Thamrin-Sudirman dan Rasuna Said di Jakarta, yang sama sekali tidak memiliki ruang terbuka yang cukup luas dan pada jarak aman dari kemungkinan terkena jatuhnya serpihan dari bangunan-bangunan tinggi di sana. Melarikan diri ke ruang jalan adalah suatu tindakan yang berbahaya, karena dalam keadaan panik gempa misalnya, maka lalu lintas pun akan mengalami kekacauan yang berbahaya.

Terkait dengan lokasi , ada keharusan kemudahan mencapai ruang terbuka hijau. Untuk di lingkungan perumahan, ia harus dapat dengan mudah, nyaman dan aman dicapai dengan berjalan kaki, mungkin juga dengan sepatu roda, bersepeda dan kereta bayi. Misalnya dalam lima menit. Untuk yang antar-lingkungan perumahan dan fungsi lain, alangkah baik bila dapat dicapai dengan jalan kaki juga dan/atau sepeda, misalnya dalam sepuluh menit. Untuk yang lain, harus ada kemudahan pencapaian dengan angkutan umum, dan tegas bukan untuk kendaraan pribadi. Kehadiran kendaraan pribadi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang bertentangan dengan tujuan sosial dan ekologis dari ruang terbuka hijau itu sendiri. Dapat juga ruang terbuka hijau di antaranya berbagai lingkungan permukiman/rumah dan lainnya (misalnya perkantoran) sekaligus merangkap sebagai titik simpul angkutan umum.

Selanjutnya rancangan ruang terbuka hijau itu—yaitu jenis tanamannya, fasilitas yang tersedia, bahan dan komposisi antara perkerasan dan rerumputan hijau, dan lain-lain—disesuaikan dengan kinerja sosial dan lokasinya tersebut.

Sedangkan fungsi ekologis seharusnya mewarnai seluruh ruang terbuka hijau di semua kota kita, karena pada dasarnya semua kota kita, bukan hanya Jakarta, sedang menempuh jalan yang menghancurkan ekologi dan karena itu perlu dibalikkan arahnya, antara lain dengan ruang terbuka hijau. (Ada banyak hal lain dan lebih mendasar yang harus dilakukan juga).

Kinerja ekologis ini adalah: penyerapan air, penyerapan polusi udara, dan mungkin sekali pengolahan sampah. Untuk menyerap air, ruang terbuka hijau harus digemburkan, atau dan mengandung pasir yang cukup dibandingkan dengan lempung. Kalau hal itu tidak mungkin, maka perlu ada sumur, kolam atau danau buatan (tergantung luasnya) yang di dasarnya disambungkan dengan pipa-pipa ke lapisan pasir yang menyerap air. Komposisi tanaman besar dan kecil perlu memperhitungkan keperluan tersebut juga. Pohon besar dengan akar yang banyak akan membantu penggemburan tanah. Untuk menyerap polusi udara pun, komposisi tanaman dapat mempengaruhi kinerjanya. Khusus untuk menampung (sementara) dan menyerapkan air (kemudian) di kota-kota yang sangat rawan banjir seperti Jakarta, satu gagasan perlu dipertimbangkan: manfaatkan semua ruang yang tidak fungsional sejauh ini, misalnya sebagian kolong jalan layang yang Nampak kosong.

Dijahit oleh UU ruangmenataplangit
Refrensi: Komazine.blogspot.com - bacaditaman.blogspot.com-mkusumawijaya.wordpress.com


Senin, 03 Agustus 2015

Baca-baca di taman Agustus 2015




Di awal bulan Agustus 2015 ini tepatnya tanggal 1 jatuh pada hari Sabtu ..hmm kudeta di baca-baca di taman di awal bulan ini. Setelah lama berlibur lebaran suasana Jakarta Nampak sepi ekonomi lagi lesu tapi BBM di tunda kenaikanya Saat ini harga Premium untuk daerah Jawa, Madura Bali (Jamali) adalah Rp 7.400 per liter, sementara non Jamali Rp 7.300 per liter. Untuk harga solar sebesar Rp 6.900 per liter.  Dan nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar AS.


Siang hari terasa terik dan saat malam tiba angin berhembus serasa dingin di kulit. Angkutan umum Nampak sepi , para pengmen jalanan pun berkeluh kesah “apa lagi di taman menteng juga sangat sepi sekali tak ada yang melipir” katanya!! Lampu kuning buat ekonomi tapi jangan sampai lampu merah nanti dapur tak mengebul.


Taman menteng Nampak sepi satu dua pengunjung taman datang dan lalu pergi. Segeromobolan asyik bernarsis ria , Nampak sepasang kekasih ingin mengabadikan momen mereka berdua dan yang lainya Nampak tak senang lalu selintas terdengar “gue udah pernah foto di depan rumah kaca liat ajah di instragram gue” …hohoho susah banget ngeliat orang senang, biarkan saja bebas berkspresi asal tak menggangu kebebaan yang lain.


 Malam ini membuka baca-baca di taman yang sepi cukup singkat dengan datangnya rintikan air dan langit Nampak awan siap menurunkan hujan pada hal saat siang hari begitu terik tak Nampak mau hujan. Setelah bersiap-siap mencari tempat berteduh bersama penikmat taman lainya. Sambil menatap langit nampak awan berjalan menjauhi taman menteng, terhembus terbawa angin dan tak jadi hujan turun malam ini.

Selamat datang agustus ..


Uu ruangmenataplangit.




Senin, 08 Juni 2015

kumpul di taman... KUDETA Juni

Waktu serasa berlari begitu cepat meninggalakan bulan Mei 2015 dan ketemu lagi di bulan Juni di taman menteng. Baca-baca di taman ketika malam datang menjemput untuk segera beranjak menuju menteng bersama pergi tenggelamnya matahari dan digantikan oleh bulan yang nampak bulat untuk menandai malam telah datang.

Sabtu 6 Juni 2015 jam 19:00 wib Taman Menteng serasa sangat janggal sepi sedikit sekali pengunjung yang melipir di taman ini. Ketika sampai 10 menit yang lalu nampak sekelompok muda-mudi yang berjalan menghampiri tukang kopi keliling dan sepasang kekasih yang nampaknya baru pertama kali berkunjung ke taman menteng ini. Melihat susan taman pasangan itu sedikit ragu karena suasana masih sepi di taman, terlintas terdengar lewat perbincangannya mereka kaget ketika memasuki taman ada polis line  yang berada di seberang jalan menuju gedung parkir taman menteng. Di dalam persepsi mereka taman mungkin tempat yang kurang nyaman dan rawan kriminalitas. Tapi setelah mereka duduk dibangku taman dan menikmati senyapnya malam minggu di taman dengan di hampiri penjual kopi keliling yang selalu siap menawarkan minuman hangat maupun dingin kring.. kring yang aus ess.. kopi..!


Lampu taman dan rumah kaca menjadikan taman menteng tempat yang gemerlap nampak dari kejauhan ini yang mengusir kunang-kunang menjauh dan mencari tempat yang gelap.  
Menatap langit malam di taman ….sambil berkumpul dan berbincang ringan di awal pertemuan di baca-baca di taman di bualan Juni 2015 sambil lesehan.

BIR (bincang ringan): lesehan merupakan sebuah kebudayaan asia tenggara. Budaya lesehan ini merujuk kepada masyarakat di asia identik dengan sebuah pola hidup sederhana. Makan di atas lantai tanpa adanya kursi. Merujuk pada sebuah pepatah “ berdiri sama tinggi, duduk sma rendah”, dengan lesehan tidak ada lagi sebuah perbedaan status profesi pekerjaan, social, ekonomi dll. Tetapi lesehan menujukkan kesetraan dan kebersamaan yang di dasrkan rasa persaudaraan.

Uu_ruangmenataplangit



Baca-Baca di Taman 13 Juni 2015

baca-baca di taman bulan Juni 2015
Baca-Baca di Taman
Sabtu 13 Juni 2015
8:00-9:00 pm
depan rumah kaca, Taman Menteng

donasikan buku layak baca kamu
untuk baca-baca di taman

uk 085693169266
agoes 085714771682
twitter @bacaditaman
KBBT-komazine

baca buku di taman

Mengenalkan anak pada dunia buku pada hakikatnya  adalah mengantarkan anak ke dunia luas yang indah dan memberanikan
anak-anak membaca di depan rumah kaca (komunitas baca-baca di taman)

Buku adalah stimulus bagi perkembangan anak merupakan salah satu hal terpenting yang harus diberikan orangtua. Asupan nutrisi sebaik apa pun jika tak didukung dengan stimulus atau rangsangan yang baik tidak akan membuat perkembangan anak menjadi maksimal.

 “Untuk mendukung proses perkembangan kecerdasan anak, selain mencukupi kebutuhan nutrisi, para orang tua juga harus memberikan stimulus yang cukup kepada anak. Stimulus yang seimbang bagi otak kiri dan kanannya akan membantu anak memiliki kemampuan yang seimbang. Kemampuan khas otak kiri ini seperti matematika dan membaca, kemampuan otak kanan melibatkan kreativitas bermain, musik dan melukis,”

Membaui dunia anak dengan buku, membukakan jendela dunia pengetahuan sejak dini

Kolektif media komunitas baca-baca di taman


Selasa, 31 Maret 2015

KUDETA (kumpul dengan teman) April 2015 Taman Menteng



KUDETA (kumpul dengan teman)
4  April 2015 Taman Menteng-rumah kaca
19:15-22:20 wib

baca-baca di taman
bawa buku buka dan baca di taman
MAU PINTAR KENAPA MESTI BAYAR!!

twitter@bacaditaman
fb:Baca-baca-di-taman https://www.facebook.com/pages/Baca-baca-di-taman/590310154400541

085693169266
085714771682

Menatap Langit di Taman Menteng

Bulan sabit melengkungkan senyuman malam ini nampak di langit setelah hujan berhenti dan di susul malam pun dengan langit yang nampak cerah dan terjebak di dalam angkutan kota yang kurang layak mogok di tengah perjalanan hmm

Sedikit telat membuka baca-baca di taman malam ini, menunggu kawan lainnya sudah ada kawan yang menunggu kebetulan mereka lagi hunting di taman menteng. Jam 20:10 wib baru kita bersiap membuka acara baca-baca di taman  “Kalian boleh maju dalam pelajaran, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai” ~Pramoedya Anata Toer.

Baca-baca di Taman malam ini kehadiran kawan media Republika dan Kompas yang datang untuk melihat baca-baca di taman tapi republika yang datang tak ketemu karena kami belum membuka baca-baca di taman dan kebetulan mengontak kawan yang dalam perjalanan dan kebetulan hpnya low bat. Akhirnya kompas yang datang sekitara jam 21:50 wib yang telah mengontak hari kami lalu untuk datang meliput kegitan kami.

Ruang terbuka publik di Jakarta memang sangat minim dan terbatas di abaikan begitu saja. Mungkin bisa di ingat, seberapa sering kita berkumpul atau berdiskusi dengan kawan, saudara di ruang terbuka sambil menatap langit yang memanyungi dan pepohonan rindang. Mungkin kita sering berada di ruang tertutup beratapkan plafon diman kita harus membayar minuman secangkir kopi atau limun bisa juga segelas bir dingin dan  hangatnya teh  untuk dapat menggunakanya. Ruang terbuka meliki fungsi yang sangat penting, sebgai tempat/wadah ineterkasi sosial yang bisa dinikmati dengan Cuma-Cuma. Ruang publik yang hijau dan berfunsi ekologis, bagi perkembangan kota seperti Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan. Kota Jakarta yang pesat cenedrung di tandai dengan perkembangan secara fisiknya, seperti bangunan gedung yang hendak mencakar-cakar langit yang dianggap sebagi simbol kemakmuran. Banyak terjadi privatisai lahan-lahan kota oleh mereka yang bermodlakan uang dan kekuasaan.

Menatap langit malam di taman menteng, berbincang ringan tentang sebuah presitise yang membuat penjualan sebuah produk akhirnya meperoleh laba yang sangat fantastis tapi hidup buruhnya tak layak untuk hidup yang sederhana sekalipun apa lagi dengan kenaikan BBM yang suka tidak suka berpengaruh dengan hidup yang layak bagi rakyat yang semakin sulit dalam perekonomian belum lagi dengan gaya hidup konsumtif yang menjadi gaya hidup.

uu--ruangmenataplangit



Selasa, 24 Februari 2015

TEMEN … (Taman Ekspresi MENteng) baca-baca di taman


Salam Bahagia

TEMEN (Taman Ekspresi MENteng) Sabtu, 14 Februari 2015 Taman Menteng. Menatap langit di taman menteng di sabtu di saat senja menanti malam yang sebentar lagi turun menyambut malam minggu ini. Komunitas Baca-Baca di Taman yang setiap sabtu malam minggu berkegiatan di ruang publik Taman Menteng. Malam ini bertepatan dengan perayaan hari valentine hari kasih sayang bagi yang merayakanya sebagai hari raya suci tapi kini malah dibuat sebagai ajang konsumtif  belaka. TEMEN (Taman Ekspresi MENteng) malam ini yang di laksankan oleh KBBT (Komunitas Baca-Baca di Taman)-komazine  secara tak disengaja memang bertepatan dengan hari valentine yang menebar kasih sayang untuk semua mahluk di dunia.



Baca buku, buka dan baca di taman ..mau pintar kenapa mesti bayar tertera di spanduk kain hitam yang menjadi latar belakang bangku taman dimana semua orang bisa berekspresi di taman ini karena ruang publik bisa di jadikan tempat untuk ajang  berekspresi  lewat puisi atau mendendangkan lagu dengan iringan akustikan yang sederhana. Membuat yang tak hidup menjadi hidup dan menghidupkan hidupmu yang terkesan terlalu datar tanpa ekspresi. Mengajak beberapa komunitas yang berkegiatan di kawasan Menteng untuk berekspresi di taman menteng depan rumah kaca. akusitikan & puisi sekaligus malam donasi buku , launcing komazine no.17 hey februari yeaah..






Ruang publik (public space) adalah ruang sosial yang umumnya terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat, misalnya jalan, alaun-alun, taman, pantai, gedung pemerintahan yang terbuka untuk umum, dan perpustakaan umum. Taman menteng sebgai tempat berinteraksi manusia dengan lingankunganya atau juga tempat bersosialisai dengan orang lainya hmm ruang publik seharusnya dimana publik berkegiatan mengisi dan menjaga ruang tersebut.


Taman menteng menjadi Ruang publik yang meiliki roh sebagai ruang publik dimana publik bebas berekspresi tanpa melangkahi kebebasan orang lain. Taman Menteng ini sebagian masyarakat mengangap sebagai tempat yang tak layak di kunjungi untuk berbuat yang tidak-tidak (mesum) atau tempat yang tidak nyaman bagi masyarakat itu sendiri.

Kolektif media KBBT ruangmenataplangit



Selasa, 16 Desember 2014

Kembali bersinar rumah kaca Taman Menteng

 rumah kaca Taman Menteng


Sabtu 13 desember 2014 jam seakan berlari begitu cepat sudah sore saja dan saatnya siap-siap menuju taman menteng walau pun penerangan taman tak menentu terkadang di matikan atau kalau diprotes habis itu pasti dinyalakan oleh pengelola taman menteng.

Malam ini begitu istimewa lampu taman dan rumah kaca menyala karena solidaritas  kawan-kawan dan para pecinta baca-baca di taman yang mendesak untuk menyalakan lampu dan taman menteng bukan tempat untuk mesum apa lagi kegelapan malah mengundang kriminalitas, dengan kegelapan seperti dua bulan yang terlalu gelap gulita di taman menteng.

Ada yang istimewa baca-baca di taman kebetulan kedatangan Bunda Nisma ketum SBMI (serikat buruh migrant Indonesia) berulang tahun pada hari ini dan merayakan bersama komunitas baca-baca di taman dengan membawa tumpengan dan makan bersama. Selamat ulang tahun Bunda semoga panjang umur di usia yang tak lagi muda, sudah 50 tahun.


Baca-baca di taman malam ini menatap langit yang sedikit sendu dan suasana taman yang begitu sepi tak banyak pengunjung di pengakhir tahun 2014 ini akibat dampak kenaikan biaya hidup di karena efek domino kenaikan harga BBM.

Semoga besok lampu taman dan rumah kaca menyala bukanya setiap ada kegiatan baca-baca di taman malah sengaja di matikan dan pada hari lainya di nyalakan ..ayo lawan diskriminasi di ruang publik.


As ruangmenataplangit

Rabu, 03 Desember 2014

Taman menteng selalu saja gelap gulita


Ruang public milik public tapi untuk kepentingan yang berduit. Komunitas baca-baca di taman baru sabtu yang lalu dinyalakan karana ada persemian Jakarta kinclong oleh Gurbernur DKI Jakarta yang baru   Basuki Tjahaja Purnama /Ahok tapi sabtu 29/11/2014 malam minggu di akhir November ini lampu rumah kaca sengaja dimatikan bukan karana dengan alasan belum membayar listrik.

Pengelola taman menteng dengan sengaja mematikan lampu taman menteng di depan rumah kaca selama dua bulan ini Cuma di berikan  sekali saja dengan penerangan dan gelap kembali. Sebenarnya ruang public seharusnya memberi fasilitas bagi public bukanya malah mensabotase dengan mematikan lampu taman dan rumah kaca  katanya taman menteng taman public bukan taman yang membiarkan tempat mesum dan gelap saat malam hari cenderung mengundang kriminalitas dan taman menteng menjadi sepi percuma bangunan bersejarah stadion sepak bola  kebanggaan warga Jakarta di hancurkan dan di bangun taman tapi malah tak memberi kesempatan sebuah komunitas untuk mengisi ruang public /taman menteng yang seharusnya menfasilitasi siapa pun yang berinteraksi di ruang public itu sendiri.

Acara baca-baca di taman terpaksa tak berjalan karana taman menteng gelap penuh dan pengunjung menjadi tak nyaman.

Taman menteng bukan tempat mesum tapi malah sengaja di buat gelap oleh penegelola taman

Tim kolekif media KBBT-KOMAZINE

PENGGIAT BACA-BACA DI TAMAN

Selasa, 25 November 2014

baca-baca di taman 22 November 2014



Baca-baca di taman 22 november 2014

Pasca kenaikan BBM Jakarta sabtu, malam minggu ini serasa lebar sekali jalanan Ibu Kota dari pinggir Jakarta sampai pusat kota yang tak seperti biasanya. Apa lagi di tambah dengan alasan tanggal yang tua biasanya tak terlalu sepi tak senyap menyapa malam minggu yang tak terlalu panjang. Dan tak terasa menikmati perjalanan, akhirnya sudah berada di tempat terbuka yang seperti biasanya sebagai tempat membuka kegitan baca-baca di taman ini: taman menteng di depan rumah kaca.

Bangunan yang tinggi hendak mencakar langit yang menjauhi tanah tempatnya berpijak hendak menjangkau langit yang nampak hitam saat malam ini. Taman menteng sepertinya malam ini banyak sekali kegiatan dari misbar ada nonton bareng , sampai ada Jakarta kinclong hmm semoga Jakarta kinclong dan tak merugikan rakyat kecil.

Taman menteng sedikit sepi dan lampu pun ikut menerangi kembali dan membuat kegiatan baca-baca di taman berjalan seperti sedia kala. Menatap langit malam ini pun dengan pancaran bintang yang selalu menerangi dan memberi semangat baru untuk kami.

Baca-baca di taman malam ini sepi tapi malam makin naik semakin ramai yang singgah untuk bertegur sapa yang sudah satu bulan, tiga minggu ini lampu taman menteng yang selalu saja di padamkan dengan alasan belum bayar listrik.

Kedatangan penyair Heri Latief dan istrinya membuat kejutan kecil, yang telah menyepatkan di sela-sela kujungannya ke Jakarta. Dan kunjungan kawan-kawan lama atau pun teman baru yang selalu saja menjadi hal yang menyenangkan dan masih ada saja di kira kami berjualan buku , makanya di baca punya matakan ..mau pintar kenapa mesti bayar !

Waktu pun berjalan dengan cepat dan baca-baca di taman waktunya menutup gelaran buku-buku dan sampai ketemu sabtu depan 29 november 2014 semoga lampu tetap dinyalakan di taman menteng dan cuaca selalu mendukung kegiatan ini berjalan lancar.


Uu ruang menatap langit