Selasa, 16 Desember 2014

Kembali bersinar rumah kaca Taman Menteng

 rumah kaca Taman Menteng


Sabtu 13 desember 2014 jam seakan berlari begitu cepat sudah sore saja dan saatnya siap-siap menuju taman menteng walau pun penerangan taman tak menentu terkadang di matikan atau kalau diprotes habis itu pasti dinyalakan oleh pengelola taman menteng.

Malam ini begitu istimewa lampu taman dan rumah kaca menyala karena solidaritas  kawan-kawan dan para pecinta baca-baca di taman yang mendesak untuk menyalakan lampu dan taman menteng bukan tempat untuk mesum apa lagi kegelapan malah mengundang kriminalitas, dengan kegelapan seperti dua bulan yang terlalu gelap gulita di taman menteng.

Ada yang istimewa baca-baca di taman kebetulan kedatangan Bunda Nisma ketum SBMI (serikat buruh migrant Indonesia) berulang tahun pada hari ini dan merayakan bersama komunitas baca-baca di taman dengan membawa tumpengan dan makan bersama. Selamat ulang tahun Bunda semoga panjang umur di usia yang tak lagi muda, sudah 50 tahun.


Baca-baca di taman malam ini menatap langit yang sedikit sendu dan suasana taman yang begitu sepi tak banyak pengunjung di pengakhir tahun 2014 ini akibat dampak kenaikan biaya hidup di karena efek domino kenaikan harga BBM.

Semoga besok lampu taman dan rumah kaca menyala bukanya setiap ada kegiatan baca-baca di taman malah sengaja di matikan dan pada hari lainya di nyalakan ..ayo lawan diskriminasi di ruang publik.


As ruangmenataplangit

Senin, 08 Desember 2014

kudeta desember komunitas baca-baca di taman


Bertemu kembali dengan bulan Desember , tak terasa tahun 2014 hampir berakhir. Menatap langit Sabtu 6 Desember 2014 merupaka awal baca-baca di taman yang biasanya kami berkudeta (kumpul dengan teman). Lampu taman dan rumah kaca sebagai penerang di saat malam turun di taman menteng sudah dua bulan ini tak kunjung menyala dengan berbagai alasan yang tak masuk akal , sebenarnya alasanya untuk mengusir komunitas baca-baca di taman biar mati secara perlahan karena kita bergiat di malam hari (komunitas nocturnal).

Taman menteng sabtu ini cuaca hujan deras mengguyur saat senja tiba hingga malam dan akhirnya sampai juga di taman dan suasanya sepi akibat rumah kaca dan lampu taman yang di matikan. Beberapa tamu akhirnya meninggalkan taman karan tak nyaman dengan keadaan gelap seperti ini. Dan kami kedatangan juga wartawan energiview majalah yang katanya baru terbit tiga kali setiap bulanya kata seorang wartawan yang bernama kebetulan sama seperti penggiat baca-baca di taman bernama Agus yang menayakan tentang kegiatan di ruang terbuka sebagai kolom gaya hidup di majalah energi view. Dan akhirnya sekitar jam 20:30 wib lampu rumah kaca menyala hahaha pengelola taman sepertinya tak mau kalau komunitas baca-baca di taman berkudeta ..berkumpul dengan teman pas saat sepi dan di tinggalkan para pengunjung baru dinyalakan tidak seperti acara yang di sebelahnya nonoton ala misbar yang di fasilitasi pemerintah daerah DKI Jakarta semetara komunitas ini independent mengadakan kegiatan baca-baca di taman dan mengakampanyekan ruang publik tapi nayatanya pengelola taman menteng selalu saja tak suka dengan kegiatan kami di depan rumah kaca ini.

Ruang publik milik publik dimana publik yang mengisi dan merawat ruang tersebut. Ruang publik tempat interaksi individu atau pun komunitas yang bergiat. Ruang publik taman menteng sebagai daerah resapan air dan sebagai oase di tengah gersarangan  kota Jakarta. Ruang publik milik publik bukan yang hanya berduit ..stop diskriminasi di ruang publik.

Tim kolektif media KBBT-komazine

Ruangmenataplangit