Rabu, 12 November 2014

taman menteng yang masih gelap gulita di depan rumah kaca

Masih gelap gulita taman menteng

“Makin Tinggi Pohon, Makin Kencang Pula Angin yang Menerpanya”. Mungkin Itu ungkapan yang tepat untuk kondisi dikota Jakarta, Ibu kotanya Republik Indonesia. “ Indonesia di sebelah mananya dari Bali kwkwkkwkww”, ternyata lebih terkenal Pulau Bali dibandingkan sama negaranya, diumurnya yang sudah tua 487 tahun di tahun 2014 bahkan usianya melebihi dari usia Republik Indonesia, Jakarta masih tetap eksis dihati setiap para pemimpi kesuksesan yang mengharapkan kesejahteraan, padahal setiap hari, tiap jam, bahkan tiap detik permasalahan kota Jakarta semakin kompleks, runyam, jelimet. Mulai dari permasalahan kebutuhan pokok yang pelan tapi pasti setiap hari makin meranjak naik karena BBM mau naik penyebabnya gara-gara orang pintar tarik subsidi, ya ... sudah pasti bayi kami kurang gizi, mentang-mentang harga batu cincin lagi naik (gara-gara jadi trend di masyarakat) ehhh BBM ikut-ikutan naik katanya sih subsidinya mau dialokasikan untuk hal yang lebih penting.

Ditambah lagi ruang publik khususnya taman yang sudah mulai tidak terurus lagi, kalo enggak percaya liat aja fasilitas yang enggak terawat.
“Kata siapa enggak keurus buktinya parkir liar, pemukiman liar & semua yang dianggap liar udah ditertibkan. Kalo enggak percaya liat aja tuh pemukiman liar di Pluit dirapikan diubah jadi ruang terbuka hijau”
“Yaaaaa... emang bener juga sih, tapi kok malam harinya lampu-lampu ditaman-taman Jakarta enggak ada yang nyalah alias padam dan bergelap-gelap ria, kasihan kan yang jomblo enggak bisa ikut menikmati bergelap rianya... udah sebulan nih pak lampunya enggak nyalah, jangan kelamaan nanti bisa-bisa dapet penghargaan dari MURI(Musium Rekor Indonesia) mati lampu terlama di ruang publik.. hahahahaha”. tapi lapangan basket taman menteng menyala diskriminasi sekali kebijakanya yang tak bijaksana.
Gimana tuh urusanya? Denger-denger sih dari kicauan burung-burung didunia maya “kalo di dunia nyata udah jarang denger kicauan burung, kecuali lagi ada lomba kicau burung” soalnya pepeohonan banyak yang tergusur juga akibat pembangunan yang tak meperhatikan keseimbangan lingkungan hidup. Katanya pemprov DKI Jakarta menunggak iuran listrik 2,6 Milyar, kira-kira .....kalo dibeliin kuaci & kacang kulit dapet berapa truk kira-kira “Gilee ya pemerintah aja nunggak bayar listrik, gimana mau mengurus rakyatnya, pantesan deh BBM naik teruss seperti naik haji”
Yaa.. semoga cepet diselesaikan deh masalah administrasinya, biar masyarakat bisa menikmati dengan nyaman taman dimalam hari dan stigma taman kalo malam hari digunakan berbuat negatif (mesum, kriminalitas) bisa berubah menjadi sesuatu yang  positif.

Menatap langit di taman yang gelap gulita membuat sedikit gundah gulana akibat baca-baca di taman sudah 1 bulan 2 minggu ini selalu saja lampu taman dan rumah kaca di matikan saat malam hari. Semoga besok bisa menerangi baca-baca di taman itu juga kalau pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat.

Agoes  ruangmenataplangit


Selasa, 04 November 2014

KUDETA (kumpul dengan teman) taman menteng dalam gelap

Ruang publik yang dimaksud secara umum pada sebuah kota, menurut Project for Public Spaces in New York tahun 1984, adalah bentuk ruang yang digunakan manusia secara bersama-sama berupa jalan, pedestrian, taman-taman, plaza, fasilitas transportasi umum (halte) dan museum.

Pada umumnya ruang publik adalah ruang terbuka yang dapat menampung kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di udara terbuka. Ruang ini memungkinkan terjadinya pertemuan antar manusia untuk saling berinteraksi. Karena pada ruang ini seringkali timbul berbagai kegiatan bersama, maka ruang-ruang terbuka ini dikategorikan sebagai ruang umum.

Ruang publik, taman menteng semenjak bulan Oktober sampai November selalu saja lampu taman dan rumah kaca di matikan dan pada bulan oktober cuman sekalis aja di nyalakan . Katanya ruang publik bukan tempat bergelap-gelapan dan mesum tapi malah dibiarkan menjadi tempat yang gelap gulita sehingga kesempatan yang negative makin jadi saja. Sekarang setelah lampu selalu saja tak menyala gelap gulita suasana taman menteng menjadi seperti tempat pemakaman apa lagi suasana lampu yang tak nyalakan.

Kudeta (kumpul dengan teman) di bulan November menjadi berkurang karena Susana gelap gulita banyak pengunjung taman yang bertanya-tanya dan kecewa karana ruang public tak ada penerangan malah terjadi diskriminasi bagian lapangan saja sekarang yang terang di depan rumah kaca malah yang gelap gulita.

Apa lagi kegiatan komunitas baca-baca di taman membutuhkan penerangan yang cukup baik kalau masih saja tak dinyalakan berarti pengelola taman sengaja mematika komunitas yang berkegiatan di malam hari.

MAU PINTAR KENAPA MUSTI BAYAR !!

Kolektif media komazine-KBBT