Senin, 22 Agustus 2011

Ruang Terbuka Hijau

ruang terbuka foto from fb
Dari luas daratan DKI Jakarta sebesar 661,52 kilometer persegi, baru 9,8 persen yang termasuk ruang terbuka hijau. Padahal, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Hutan Kota disebutkan, sebuah kota seharusnya memiliki 20-30 persen RTH.
"Kurangnya ruang hijau ini sangat berperan pada kualitas udara di Jakarta yang sangat buruk," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendy Simbolon, Senin (25/4/2011) kompas.com, saat melakukan kunjungan ke Balaikota.
Ia pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak tegas mengendalikan jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota akibat transportasi umum kurang berkembang. Padahal, 70 persen polusi udara disumbang kendaraan bermotor.
Terhadap hal ini, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengakui kritikan Komisi VII itu memang terjadi di Ibu Kota. Namun, Fauzi menyatakan bahwa ada beberapa hal yang sulit direalisasikan. Contohnya, penambahan RTH menjadi 30 persen luas Ibu Kota.
"Nah, ini aturan tentang RTH ini seharusnya tidak hanya menghitung RTH publik, tetapi juga RTH pribadi," ujarnya.
Jika RTH publik dan privat digabung,akan menambah jumlah RTH. "Saya yakin RTH DKI Jakarta seluas 30 persen bisa tercapai," katanya.
Sementara untuk mengatasi polusi udara bukanlah perkara mudah. Pasalnya, di jalanan setiap hari bertambah 1.000 kendaraan roda dua dan 400 kendaraan roda empat.

Jakarta tanpa sebuah celah untuk kembali merenung menatap langit yang biru , jakarta siang ini tampak berdebu dan langit di penuhi asap polusi kendraan bermotor yang menyesakan. Tanpa sebuah runag terbuka hijau yang memberikan setitik embun di tengah pagi yang terlewat siang .


pembajak kota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar