Tampilkan postingan dengan label Hujan di taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan di taman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

baca di depan rumah kaca

Taman Menteng yang berada di kawasan Kota Taman pertama di Indonesia. Menteng kawasan elit di Jakarta pusat tepatnya. Ada Taman  baru di Jalan Diponogoro di depan RSCM Kencana, bertambah lagi ruang terbuka di Jakarta walau pun masih nampak belum selesai dan taman tersebut serasa tak ada rohnya karena tak ada publik  yang singgah disana setelah kemarin diresmikan Gurbenur Jakarta. Malah pemandangan sebaliknya di depan trotoar RSCM yang nyaman bagi pejalan kaki di seberangnya banyak yang melepaskan lelah dan kejenuhan untuk duduk di bangku atau di pinggir pagar rumah sakit.

Sabtu 22 Oktober 2016 Jakarta di selubungi awan dan hujan pun tiba saat malam minggu ini di taman Menteng semakin lama, semakin deras membuat pengunjung taman berhamburan mencari tempat berteduh. Taman  Menteng terlalu senyap oleh pengunjung dan setelah hujan turun dari gerimis sampai deras dan hujan lagi hmm semakin kehilangan rohnya tanpa public di ruang yang merupakan sebuah kemewahan di Jakarta yang penuh sesak, melepas kepenatan dengan menatap langit di taman yeaah.. Selain itu taman adalah tempat membaca yang asyik ketika senja tiba dan menyapa malam tiba di taman dan membaca beberapa halaman buku dan penuh canda dan tertawa lepas.

Cahaya lampu kuning tersamar/ Terduduk tenang / di bangku taman/ setelah lelah nikmati malam/ mata terpejam. “Di Bangku Taman” – Pure Saturday.

Uu ruangmenataplangit


Rabu, 04 Februari 2015

Hujan penghujung Januari


Sabtu 31/01/2015

Salam dan bahagia, ketemu lagi di malam minggu dengan cuaca yang kurang bersahabat. Jam 19:00 hujan megiringi perjalanan kami yang sudah berada di sekitar menteng hmm hujan mengguyur Jakarta di akhir bulan Januari. Hujan tak berhenti semakin deras membuat kami berteduh lebih lama dan terpaksa telat membuka baca-baca di taman.

Akhirnya hujan agak reda sebentar dan mulai menuju taman menteng. Dan setelah tiba nampak basah teras rumah kaca dan di dalamnya banyak air karena atap rumah kaca yang bocor. 


  Dan hujan pun tetap setia menemani kami di taman menteng walau Cuma gerimis halus.
 Malam ini menteng sepi sekali nyaris tak ada kehidupan. Dan malam ini kami kedatangan tamu di tengah sepinya taman menteng dengan guyuran hujan dengan membawakan buku anak-anak menambah koleksi baca-baca di taman dan kebetulanya lagi buku anak-anak kami sangat sedikit sekali. 

"Berhati-hatilah dengan orang yang hanya punya satu buku."
—St. Aquinas

Menatap langit malam dengan guyuran hujan gerimis taman menteng benar-benar sepi tak seperti malam minggu yang lalu. Ini malam minggu terakhir di bulan januari hmm dengan sambutan hujan melambaikan sampai ketemu di tahun depan dan Februari sudah di depan kita.
 
Dan mungkin buku lama anda bisa berguna bagi kami komunitas baca-baca di taman karena buku lama adalah buku baru bagi yang belum membacanya.

Uu ruangmenataplangit



Senin, 21 Oktober 2013

Hujan di Taman II



Malam minggu di taman menteng, depan rumah kaca ketemu lagi di baca-baca di taman membuka ruang terbuka berdiskusi dan bernyanyi bersama malam ini kedatangan tamu dari Yogjakarta kawan-kawan Aurette and The Polska Seeking Carnival dengan sentuhan folk pop yeah sesuai dengan cuaca yang mendung malam ini.
baca di taman oktober

Ruang terbuka atau ruang public yang di nikmati siapa pun dan yang berparsipasi adalah kita semua yang membutuhkan ruang untuk sekedar bertemu kawan-kawan dan memandang langit malam yang sedikit mendung malam minggu.
 
baca-baca di taman with Aurette and The Polska Seeking Carnival
Selalu saja di guyur hujan di malam minggu di taman menteng dan baca-baca di taman mau tak mau hujan semakin turun deras menguyur taman ini dan menutup buku-buku untuk menyelamatkan dari air yang membuat buku, zine rusak terkena air.

Hujan di taman semakin deras dan pengunjung taman mencari tempat untuk berlindung dari derasnya hujan. Ruang terbuka suatu tempat untuk public dimana partisipasi public yang menjaga dan merawatnya.

Uu ruang mentap langit.

Selasa, 15 Oktober 2013

Hujan di Taman




Disana hujan disini mendung , malam minggu penuh berkah tetesan air dari langit menyiram bumi Jakarta yang terlalu panas dan di penuhi polusi.  Malam minggu sedikit sepi karna hujan turun tak merata di beberapa wilayah Jakarta dan apa lagi dengan eforia sepak bola U-19 yang membuat orang menunda untuk keluar lebih awal. 

Baca-baca di taman ketemu lagi malam minggu di ruang terbuka depan rumah kaca Jl.Hos.Cokroaminoto ,Taman Menteng. Di tengah kota sebagai oase surge ruang terbuka yang hijau di apit hutan beton yang menujalang penih arogansi semangat kapitalisme yang cuman membeli sebuah gengsi semata demi eksitensi sebagai manusia di dalam sebuah system kapitalisme yang membelenggu hidup. Hidupkan, hidupmu dari sebuah hasrat konsumtif.

Terlalu gundah-gulana apa eforia dengan kekalah yang tertunda, yap kemenangan sepak bola apa jatuh kedalam buaian romatisme yang terlalu larut. Jatuh larut dan akhirnya menghilang. Begitulah semangat bila di halusinasi oleh kapitalisme jadinya galau akaibatnya mellow-melow dan mati pun segan hidup apatis…wkwkwkwk

Langit malam mendung membelenggu aroma hujan dan tanah basah ditaman nikmat berdempetan berteduh di depan rumah kaca. Hmm berkudeta berkumpul dengan teman di taman menteng dengan hujan menguyur menghapus debu polusi. Semakin malam semakin ramai di ruang terbuka sambil menatap langit sehabis hujan.

Mau pintar kenapa musti bayar !

Uu ruang menatap langit