Kamis, 16 Agustus 2018

Selamat Malam Taman Menteng

11 Agustus 2018

Taman adalah ruang publik yang menyediakan tempat untuk berkumpul, rekreasi di tengah pemukiman atau kota yang semakin sempit, meminimalkan kebisingan, berolahraga. Ruang publik adalah tempat yang bermanfaat bagi penduduk yang mampu memberikan udara yang bersih karena terkepung oleh polusi yang semakin merusak kesehatan, mampu menampung air, menghasilkan oksigen, dan mencegah erosi tanah sebagai tempat terbuka hijau dan biru. Taman sebagai ruang publik mempunyai daya tarik yang saling membutuhkan antara publik dan taman itu sendiri.
Kami berangkat di antarkan oleh bus transjakarta yang jauh di penghujung jakarta dari cibubur juntion menuju Taman Menteng, ini yang membuat gerak kami sedikit terhambat karena jarak dan lalu lintas malam minggu yang padat.

Agustus ini baca-baca di taman membuka secara terbuka ritual membuka bacaan dan berkumpul di taman depan rumah kaca, Taman Menteng. Taman di Jalan HOS Cokroaminoto malam ini terasa lebih ramai dari seperti biasanya, semakin malam semakin ramai pengamen yang sopan tambah malam makin meaksa pengunjung untuk memberikan uang. Selain pengamen banyak juga pengalang dana untuk sumbangan korban bencana alam yang makin menyemarakan malam minggu di taman menteng.
pamflet baca di taman

Taman Menteng malam ini tanpa jam malam, seperti biasanya malam makin naik makin banyak yang mampir di taman menteng yang merupakan oase di tengah kota yang nampak berbenah dalam rangka menyambut Asian Games 2018 Jakarta & Palembang. Malam semakin larut buku-buku sudah masuk kedalam tas dan kita beranjak untuk pulang untuk beristirahat di rumah bersama baca-baca di taman yang di pinggir jakarta bagian timur. Rumah bersama KBBT yang baru, masih berbenah sebagai rumah bersama untuk belajar dan berkarya secara nyata. Semoga rumah bersama ini bisa berlanjut dan sebagai tempat bermain dan belajar.

Salam dan bahagia

Edwanov - KBBT
iG: https://www.instagram.com/baca_di_taman/
T : https://twitter.com/bacaditaman

Senin, 16 Juli 2018

Taman Menteng Tidak Buka 24 Jam

baca-baca di taman


Cahaya lampu taman redup dan senyap perjalanan menuju TAMEN (Taman Menteng), kami singgah di TAMSUR (Taman Suropati). Perjalanan tak begitu jauh menuju Taman Menteng, malam ini banyak anak-anak sekolah yang menghabiskan liburan malam ini di taman. Sebab senin depan akan mulai masuk sekolah lagi dan liburan telah usai.
baca-baca di taman bulan juli

Setelah hampir kurang lebih tiga tahun yang lalu PPD 213 di gantikan dengan bus transjakarta, menuju taman menteng sedikit tergangu karena itu adalah angkutan umum yang biasanya kami tumpangi menuju Taman Menteng baik yang dari arah Kp.Melayu maupun yang dari arah Grogol dan di Taman Menteng kita kumpul bertemu bersilahturahmi setelah menjalankan rutinitas kerja yang membuat terasing dengan hubungan sosial.
baca di taman

Kini untuk menuju Taman Menteng , setidaknya kami menggunakan transportasi commuter line, transjakarta, angkutan online bahkan bajaj. Taman sedikit sepi karena taman menteng selalu saja ada pembatasan jam malam sampai 00:00 wib. Ruang publik yang di batasi dengan jam malam bangktu taman yang merindukan untuk merebahkan badan beratapkan langit malam yang cerah serta di selimuti udara jakarta yang agak dingin saat malam dengan suasana yang langka keheningan Ibu kota. Katanya Jakarta tak pernah tertidur jam 22;00 wib malam ini semakin senyap dan mengantuk tertidur karena Taman Menteng bukan 24 jam non stop untuk ruang publik lagi.


Edwanov ruangmenataplangit.

Senin, 09 Juli 2018

Manfaat Menatap Langit

baca-baca di taman_pamflet



Salam dan Bahagia
...Taman Menteng setelah sekian lama tak berjumpa, terakhir KUDETA dibulan April, baca-baca di taman saat itu berkunjung ke Taman Cattelya, Tomang, Jakarta Barat dan disambut hujan gerimis sepanjang malam itu. Kudeta Juli ..kumpul dengan teman di awal bulan, ehh ketemu di akhir pekan pertama di bulan Juli. Selepas hari raya yang terasa secepat kilat meninggalkan aktivitas yang semakin membuat kalian terasing dengan lingkungan dan sosialisasi sebagai manusia yang sejatinya sebagai mahluk sosial. Menatap langit malam ini di taman menteng yang teduh di depan rumah kaca.

Pernahkah kamu berpikir untuk menatap langit!! Mungkin untuk sebagian orang menatap langit adalah sesuatu yang membosankan dan tak ada yang keren tentang menatap langit. Langit luas tanpa ujung dan punya banyak inspirasi, banyak ide yang segar dan membawa energi negatif hilang berganti dengan energi positif.
baca-baca di taman _bulan juli

komunitas baca-baca di taman _KUDETA juli
Langit itu indah dan memeberikan inspirasi. Jika kamu terjebak di dalam reuangan yang tertutup, cobalah untuk keluar sekedar menatap langit. Walau di jakarta susah terdapat ruang menatap langit. Menatap langit tak tersadar kamu adalah kecil di dunia ini dan ada yang lebih lagi. Kamu tidak hanya akan menyadari keindahannya saja, tetapi juga akan mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan mental. Yuk, simak beberapa manfaat dari menatap langit!

Tidak Ada Batasan di Dunia Ini
Menatap langit, saat itu kamu akan melihat luas dan tanpa batas di dunia ini. Menatap lagit tidak tampak garis pembatas di langit itu sendiri, waktu atau gaya gravitasi. Dengan kesadaran ada banyak waktu luang dan kesempatan dan tak perlu ragu atau sembunyi untuk segera bertindak untuk meraihnya. Jangan membatasi mimpi dan cita-cita semuanya bisa di raih dengan segala daya upaya bukanya alasan beribu-ribu kekurangan dalam diri Kamu.

Menyadari Keindahan Alam
Langit luas membentang sepanjang kamu memandang. Ada banyak hal yang menarik selepas hujan ada pelangi, saat siang ada mentari, malam hari bulan purnama dan bulan sabit dengan ribuan bahkan jutaan bintang bertaburan berkelap-kelip bersinar saat malam. Hala-hal yang tak pertnah kamu menyadari, bahwa keindahan langit bisa di temukan dimana saja dengan pikiran yang positif dan jiwa merdeka.

Menjernihkan Pikiran
Banyak yang terlewatkan dalam kehidupan untuk mencapai sesuatu, ketika hal-hal yang terjadi di sekitar kita mulai tak baik untuk kehidupan dan psikologis. Saat diri kamui mulai meragu, galau binti gundah-gulana dalam hati , tak mempunyai semangat hidup dan mati pun segan. Menatap langit yang megah dan luas tanpa batas. Langit malam penuh bintang atau pun terkadang tertutup awan yang mendung gelap tapi tak sepekat dengan kegundahan dan hidup Mu.

Menemukan Jati Diri
Menyempatkan menatap langit bebwrapa waktu dengan hati dan pikiran yang tenang. Sesaat mengingatkan betapa kecilnya kamu di hadapan alam dan sang pencipta. Dan betapa sudah tuanya alam ini. Langit menjadi saksi sejarah dan tragedi manusia dan alam. Dengan begitu , kamu akan tersadar dengan asal-usul sehingga membantu menemukan siapa dirimu/jati dirimu.

Merasakan Sebuah Kemerdekaan
Menatap langit akan mengingatkan tentang harapan-harapan dan tujuan yang tentunya menghubungkan diri kamu dengan alam semesta. Selama ini terlalu sibuk dalam bekerja, terbelenggu hedonis dan penuh nafsu konsumtif. Menjalani hidup penuh gundah dan cepat patah arang. Hidup seakan berjalan cepat dan kita tertinggal oleh masa lalu tak bisa move on. Dengan menatap langit semuanya seakan lepas terbang ke segala penjuru. Langit mengingatkan semua butuh jeda untuk memperhatikan hal yang terlupakan dalam hidup.

Bahagia Itu tak perlu Bayar
Menatap langit dan penuh ke damaian saat menatapnya tanpa adanya tagihan, karena langit tak perlu bayar, seperti mau pintar ada banyak pilihan tanpa perlu bayar dan bayar. Seperti bahagia itu juga tanpa hal yang membayar. Semua mahluk disunia dimanapun dan kapan pun mereka berada, semuanya bisa menikmati keindahan langi dengan Cuma-Cuma dan sekarang bahkan di komuditaskan itu menjadi pilihan dirimu sebagai manusia yang merdeka jiwa dan raga bukan budak dari hasrat konsumtif.

Kamu Tidak Sendiri di Dunia
Masalah adalah bumbu kehidupan, terkadang membuat merasa tertekan dan sendirian menghadapinya. Dan kalau kamu yap kamu mengalaminya, cobalah tatap langit malam. Dengan menatapa langit malam yang penuh dengan gemerlap bintang diangkasa. Cobalah berbicara dengan ratusan bintang atau pun sebuah bulan, keluarkan isi hati di dalam. Uneg-uneg dan kegundahan hilang saat kamu merasakan bintang dengancahaya yang berjkelap-kelip mendengarkan segala keluhan Mu bahkan bulan sabit atau purnama pasti setia mendengar uneg-uneg Mu.

Menyadari keberadaan Alam Semesta, Bukan Hanya Gadget dan Sosial Media di Dunia Ini
Hidup dimanjalkan dengan teknologi digital yang semakin maju dan terus berkembang menimbulakan hal yang negartif terlalu banyak, karena kita terpedaya dengan ciptaan yang diciptakan untuk mepermudahkan hidup ini tapi sayangnya malah kita diperbudak oleh hausnya eksitensi dalam diri kita. Saat ini banyak yang ketergantungan dengan gadget dan teknologi lainya tanpa sebuah kesadaran bahwa kita hidup di alam raya dan lingkingan tempat hidup ini adalah sangat penting, dengan menatap langit kamu teringat dengan alam semesta ini.

Hmm inilah manfaat menatap langit apa lagi saat malam dan kepenatan dalam hidup begitu menyesakan hidup dengan keterasingan untuk bertahan hidup menjual tenaga kerja kepada sang pemilik modal dengan upah tak layak untuk hidup. Menatap langit sejenak, hidup Mu penuh dengan menatap layar datar gadget atau laptop seharian penuh baik untuk ha-ha-hi-hi atau kerja dan eksitensi diri seharian penuh, mulailah menatap langit, bergerak dan keluarlah rumah mencari ruang untuk menatap langit sejenak.. hidupkan ...hidup kamu dan kalian semuanya!

Edwanov penggiat baca-baca di taman



Sabtu, 02 September 2017

HOAX

Huruf "a" pada "hoax" dlm bhs Inggris TIDAK dilafalkan dengan jelas. Dengarkan pelafalan yg benar di sini:

hoax

 UK How to pronounce hoax noun in British English
 US How to pronounce hoax noun in American English
 UK How to pronounce hoax verb in British English
 US How to pronounce hoax verb in American English

 
hoax_edwanov

Penggiat dan pegiat

Beda tipis memang  antara "penggiat" dan "pegiat". "Penggiat" adalah “orang yang menggiatkan”, sedangkan "pegiat" atau “aktivis” adalah “orang yang bergiat” atau berusaha sungguh-sungguh dalam suatu bidang kegiatan. Misalnya, “Sebagai pegiat literasi, dia penggiat membaca buku di kampungnya dengan membuka bacaan gratis.”
BIR (bincang ringan)

Membaca itu

"Membaca membuka cakrawala pengetahuan"
@bacaditaman
KBBT 

Mencuri kata-kata, berarti mencuri pikiran

Aw.. D B _edwanov


"Siapa mencuri kata-kata, berarti mencuri pikiran. Siapa mencuri pikiran, berarti mencuri hal yang hakiki dari manusia. Mencuri pikiran, merendahkan hak-hak manusia, berarti melenyapkan apa yang membedakan manusia dari binatang" #PramoedyaAnantaToer, Saya Ingin Lihat Semua Ini berakhir Hal 53

kata-kata laksana busur yang di lepaskan jadi, ketika kata-kata yang telah di lesatkan akan menancap dan berbekas. ketika kata-kata dijadikan tempat persembunyian saja. pelaksana kata-kata bukan bersembunyi di balik kata-kata yang terlalu indah membuai sebuah mimpi indah terbuai dengan kata-kata tersebut. Mencuri buah pikiran adalah pencuri juga namanya.


Edwanov Oktober 2015

Senin, 03 April 2017

KUDETA APRIL


Salam dan Bahagia ..

Ehh tak terasa sudah bertemu kembali dengan April di tahun 2017… 1 April 2017 yeaah Baca-Baca di Taman kembali terbuka untuk khalayak luas sebelumnya hanya untuk para penggiat Baca-Baca di Taman ya kalau boleh disebut semi tertutuplah karena pertemuanya di ruang terbuka tapi tak ada undangan untuk umum.

Awal bulan April merupakan sebuah ritual KUDETA ..KUmpul DEngan TemAn di taman menteng di depan teras rumah kaca saja karena rumah kaca tertutup untuk umum kalau mau di dalam rumah kaca harus bayar bro..

Kebetulan awal bulan ini langit Jakarta nampak sendu meragu untuk melangkah menuju taman menteng. Hujan pun tak lama turun begitu derasnya menjelang senja. Langit menumpahkan keresahanya di awal bulan , hujan taka da jeda untuk merobosnya untuk menuju taman ..hmm mau tak mau terpaksa kuda besi kami meneduh di bawah jembatan untuk menghindari pakaian kami yang hampir basah.

Waktu semakin cepat melaju walau pun telat dari apa yang direncanakan. Terpaksa kami menerjang hujan untuk ke taman menteng. Air hujan bagaikan jarum yang menusuk membuat badan kami segar seperti akupuntur tapi ini alami.

Malam 20:15 wib kami tiba di taman tapi menteng memang sepi tapi ini nampak senyap tak seperti awal bulan lalu yang sedikit bergairah. Senyap sekali tak terlihat batang hidung pengunjung taman menteng. Hujan gerimis pun masih menemani dengan setia keberadaan kami di taman ini. Malam ini kami hanya duduk-duduk bertukar cerita dengan tak nyaman karena teras rumah kaca basah.

Malam tak terasa makin larut dalam bincang-bincang di depan rumah kaca. Taman baru menampakan pengunjung yang hanya mampir sekedar berfoto di depan rumah kaca. Rumah kaca di taman menteng nampak suram karan cahaya lampu tak dinyalahkan semua. Rumah kaca yang tak gemerlap memanggil pengunjung dan hujan membuat penjual keliling yang bersepeda bergundah gulan untuk mendapatkan rezeki di malam minggu di awal bulan yang biasanya memenuhi target mereka.


Menatap langit yang penuh polusi cahaya kota jakarta di taman setelah hujan pergi menjauh dari taman yang nampak sepi dan suram.

Tim ruangmenataplangit-komazine

Senin, 19 Desember 2016

Menatap Langit Desember di Taman


Sabtu 17 Desember 2016 hujan mengguyur Jakarta yang hari ini jalanan agak sedikit sepi di beberapa titik terjadi kepadatan namun tak terlalu membuat strees karena macet. Menuju Taman Menteng dengan bus transjakarta yang melewati Menteng .

Jakarta yang katanya sedang memanas untungnya hari ini di guyur hujan dan ada pertandingan final sepak bola AFF 2016 leg kedua antara Thailand vs Indonesia ini adalah penentuan siapa juaranya, pantas saja Jakarta semakin sepi suasananya karena sepak bola adalah olahraga yang paling popular di masyarakat. Tapi agak sedikit mereda karena politik pilkada yang terlalu taktis membela calon DKI satu. Sehingga rakyat di ombang-ambing oleh ombak kampanye hitam yang membuat resah di akar rumput. Politik warisan kompeni adu domba broo.. terasa sekali di media sosial ..penuh dengan adu hoax saja. Tidak membuat pemilih cerdas yang memilih berdasarkan sebuah program yang membuat langkah progresif demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Adu domba lewat SARA memang paling menyeramkan soal kemenangan di leg pertama saja sudah tersebar isu bahwa timnas Indonesia adalah kafir ihhy kemana semboyan bhineka tunggal ika kalau saja ikut-ikutan termakan isu dan menshare dari berita hoax sampai meme penyebar kebencian atas keberagaman dalam sebuah bangsa Indonesia. Yang dibangun atas keberagama suku, kebudayaan, pandangan politik serta agama.
Kritis itu adalah sebuah pola pikir dan masyoritas orang Indonesia tak terbiasa dengan pola pikir kritis. Pola pendidikan Indonesia juga turut membentuk watak yang tak kritis dengan pendidikan berfokus pada menghafal buak menganalisa suatu permasalahan. Dan kita memang senang di suapi dan menelan mentah-mentah apa yang di berikan kepada kita.

Kita berpikir kritis dan  biasanya malah ada stigma menganggap sebagai si pembangkan karena pola pikir kritis tersebut. Pola kritis adalah sebuah hal yang penting di jaman era teknologi informasi yang begitu derasnya arus informasi yang di sodori kepada kita melalui internet. Kalau tak pandai menyaring informasi dan menelan mentah-mentah yang beredar sedang lagi trending topik di media sosial seperti kerbau yang dicucuk hidungnya hmm..

Menurut  kolumnis The Daily Dot, Cabell Gathman punya pendapat lain kenapa di era media sosial kita gemar menyebarkan kebohongan.

Menurut Cabell, saat ini banyak orang di media sosial tak lagi membaca isi konten yang mereka bagikan. Kebanyakan orang  di media sosial kerap hanya membaca judul yang mereka pikir benar. Ini bisa kita dilihat dari beberapa berita yang terkadang judul dan isinya tak ada kaitanya, tetapi ketika dibagikan orang cenderung berkomentar tentang judulnya saja karena malas membaca isi konten.

Seorang profesor sosiologi dari University of Notre Dame, David Gibson menyebut bahwa kabar bohong dibuat dalam satu jaringan sosial untuk menjaga sebuah kepentingan. Kadang secara sadar seseorang menyebarkan kebohongan untuk membantu agenda yang dibuat. Profesor Gibson menyebut korporasi, lembaga negara, dan militer kerap membuat propaganda kebohongan agar kepentingan mereka bisa terjaga. Dalam hal ini hoax dibuat agar orang tak lagi fokus pada masalah sebenarnya dan terjebak pada hal-hal bombastis yang bukan menjadi pokok sebuah persoalan yang lebih penting. Inilah agenda tersembunyi dari sebuah kabar bohong belaka.

…Ehh ngomong-ngomong Indonesia kalah di kandang Thailand telak 2-0 hmm.. harapan dan fakta menjauh . Kita sering kali terhalusinasi oleh pancaindra kita sendiri sekalipun itu berdasarka fakta dan data.

Sebuah kenyataan atau reallitas adalah sebuah rekonstruksi pancaindera manusia. Persepsi kita didasari pengetahuan yang dimiliki dan pengalaman yang dipunya. Sekalipun tetap didasari fakta, persepsi kita tetap saja bisa terkecoh kalau tidak turut melihat dengan sebuah kebijaksanaan dalam menginterpretasinya. Meski didukung kumpulan angka statistik yang presisi, belum berarti sebuah kesimpulan manusia atas suatu fenomena betul adanya yeaah.“ jangan mau di bohongi oleh kemenangan. Sebab Kemenangan adalah kekalah yang tertunda”

Uu ruangmenataplangit




Jumat, 28 Oktober 2016

baca di depan rumah kaca

Taman Menteng yang berada di kawasan Kota Taman pertama di Indonesia. Menteng kawasan elit di Jakarta pusat tepatnya. Ada Taman  baru di Jalan Diponogoro di depan RSCM Kencana, bertambah lagi ruang terbuka di Jakarta walau pun masih nampak belum selesai dan taman tersebut serasa tak ada rohnya karena tak ada publik  yang singgah disana setelah kemarin diresmikan Gurbenur Jakarta. Malah pemandangan sebaliknya di depan trotoar RSCM yang nyaman bagi pejalan kaki di seberangnya banyak yang melepaskan lelah dan kejenuhan untuk duduk di bangku atau di pinggir pagar rumah sakit.

Sabtu 22 Oktober 2016 Jakarta di selubungi awan dan hujan pun tiba saat malam minggu ini di taman Menteng semakin lama, semakin deras membuat pengunjung taman berhamburan mencari tempat berteduh. Taman  Menteng terlalu senyap oleh pengunjung dan setelah hujan turun dari gerimis sampai deras dan hujan lagi hmm semakin kehilangan rohnya tanpa public di ruang yang merupakan sebuah kemewahan di Jakarta yang penuh sesak, melepas kepenatan dengan menatap langit di taman yeaah.. Selain itu taman adalah tempat membaca yang asyik ketika senja tiba dan menyapa malam tiba di taman dan membaca beberapa halaman buku dan penuh canda dan tertawa lepas.

Cahaya lampu kuning tersamar/ Terduduk tenang / di bangku taman/ setelah lelah nikmati malam/ mata terpejam. “Di Bangku Taman” – Pure Saturday.

Uu ruangmenataplangit


Jumat, 17 Juni 2016

Indonesia dan Buku

Peringatan jangan  dibaca.. 

Menurut Perpusnas rata-rata masyarakat Indonesia membaca 0 sampai 1 buku per tahun. Sementara UNESCO menyatakan hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat baca serius dengan kurang dari satu buku per tahun [UNESCO„ 2012]. Ditambah lagi, rata-rata durasi membaca buku hanya 6 jam per minggu [Kompas 15/9/2015]

selamat membaca yang belum minat coba membaca hal-hal yang menarik buat anda

ruang menatap langit


Minggu, 10 April 2016

Sastra



“Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.”
                                                                                                                                      ~ Semi


Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau  “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pun pemikiran tertentu.

Sastra dibagi menjadi dua yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun,  dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen (cerita pendek) dan Drama.



Kolektif media KBBT_komazine

Rabu, 09 Maret 2016

Baca di taman menteng (Maret)



“Orang tidak akan mati kelaparan jika tidak membaca buku sepanjang hidupnya. Ia akan tetap hidup, meskipun bodoh”
- AS Laksana -


Membaca buku adalah sebuah kemewahan, membaca buku juga sebuah keberanian di tengah masyarakat yang mungkin sudah pintar sehingga tidak perlu lagi membaca, atau mungkin juga membaca satu buku sudah cukup seperti seorang novelis yang minggu ini menjadi topic]k di sosial media dianggapnya Indonesia merdeka bukan karena orang-orang yang berpaham komunis tapi partai komunis Indonesia yang pertama kali menggunakan nama indonesia hmm bahaya bila seorang hanya membaca dan mempunyai satu buku dari pada banyak buku dan membaca dan mulai memahaminya dan berkarya dalam hidup mencerahkan yang lainya.

Organisasi politik yang pertama memakai nama Indonesia pada tahun 1920,  PKI setelah kongres di Semarang resmi memakai Partai Komunis Hindia dan tujuh bulan kemudian merubahnya menjadi Indonesia menurut mereka lebih menegaskan prinsip perjuangan organisasi politik dengan menggunakan nama Indonesia.

Namun ada versi lain yang mengatakan bahwa baru pada bulan juni 1924, melalui sebuah kongres di Weltevreden, Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Oleh sebab itu Belanda mencap kata Indonesia sebagai kata komunis yang selalu saj menjadi hantu di dalam masyarakat sebagai sesuatu yang menyeramkan. Untuk mencegah penyebarluasnya dalam gerakan pembebasan Indonesia. Sudah merdeka lupa akan sejarahnya bangsanya sendiri.

Baca di taman Maret

Polemik seorang novelis yang menggemparkan dan akhirnya membuka cakrawala pengetahuan tentang sebuah nilai kebangsaan indonensia yang di bangun dengan berbagai macam golongan, suku, agama dan ideology. Dalam semboyan bhineka thunggal ika tapi sekarang malah ika-nya saja yang di jalankan tidak bisa menerima sebuah perbedaan pandangan , ideology, agama,suku, ras dan antar golongan.

Baca-baca di taman di awal bulan Maret  Susana taman menteng semakin sepi saja tak hanya di taman hampir sebagian jalanan Jakarta juga sepi tak terlalu macet. Jakarta terlalu senyap di malam minggu apa lagi di awal bulan hmm.. sepi membunuh di malam minggu beberapa pengunjung taman akhirnya meninggalkan taman satu persatu.

Baca-baca di taman malam ini sedikit terlambat kami berangkat dari arah barat Jakarta tapi apa daya kuda besi kami mogok di daerah slipi dan akhirnya membuat kami telat membuka baca-baca di taman, malam ini tak menggelar buku karena kami ingin melihat seberapa respon para pengunjung taman untuk turut serta membaca buku dan membawa buku di taman yeaah selamat bermalam minggu…

Uu ruangmenataplangit.



Rabu, 24 Februari 2016

Ruang Itu

Ketemu lagi di taman menteng yang masih saja sepi walau cuaca tak hujan tapi Jakarta berawan..sambil menatap langit di taman yang sepi seperti minggu yang lalu, Jakarta memang nampak sepi setengah perjalanan di bulan ini.

Ruang publik hmm taman menteng  salah satunya, apaa sich yang dimaksud dengan ruang publik itu sendiri?

Ruang dimaknai secara langsung sesuai sifat fungsional dan pelingkupan fisiknya.

Brodin (2006): Ruang publik dipandang tidak terbentuk dari aktivitas atau proses komunikasi, tetapi berdasarkan adanya kases. Untuk itu diperlukan pemahaman menganai tipologi ruang menurut fungsi dan bentuk ruang dan aksesibilitas perlu diteliti lebih lanjut. Bentuk ruang dan aksessibilitas kemudian dapat mengembangkan atau menurunkan sifat publik suatu ruang.

Peranan Ruang Publik (Carmona, et al, 2008)

Ekonomi:
  • Memberi nilai yang positif pada nilai properti
  • Mendorong performa ekonomi regional
  • Dapat menjadi bisnis yang baik
Kesehatan:
  • Mendorong masyarakat untuk aktif melakukan gerakan fisik
  • Menyediakan ruang informasi dan formal bagi kegiatan olahraga
  • Mengurangi stres
Sosial:
  • Menyediakan ruang bagi interaksi dan pembelajaran sosial pada segala usia
  • Mengurangi resiko terjadinya kejahatan dan sikap anti-sosial
  • Mengurangi dominasi kendaraan bermotor sehingga angka kecelakaan berkurang
  • Mendorong dan meningkatkan kehidupan berkomunitas
  • Mendorong terjadinya interaksi antarbudaya
Lingkungan:
  • Mendorong terwujudya transportasi berkelanjutan
  • Meningkatkan kualitas udara, mengurangi efek populasi
  • Menciptakan kesempatan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati.
Pendekatan Umum Ruang Publik
  1. Metaphora: Aktivitas, Adat/Tradisi, Norma, Politik dan Ekonomi
  2. Literal: Tipologi ruang, Pelingkungan dan Karakteristik Fisik, Standar ruang

Ruang public itu apa sih menurut definisi carr ruang publik harus memiliki kualitas ebagai berikut:
  1. Meaningfull, di mana ruang publik harus memungkinkan manusia sebagai pengguna ruang untuk membuat hubungan (koneksi) yang kuat antara ruang dengan kehidupan mereka dan dunia yang lebih luas, dengan kata lain, ada sistem pemaknaan dalam ruang publik.
  2. Democratic, di mana ruang publik harus dapat diakses oleh siapa saja dan menjamin kebebabsan dalam beraktivitas. Carmon, et al (2008) menguraikan bahwa aksesibilitas antara lain mencakup kemudahan akses ke lokasi dan kemudahan pergerakan di dalam ruang.
  3. Responsive, di mana ruang publik harus tanggap atau mampu memenuhi kebutuhan warga yang terwujud dalam desain fisik dan pengelolaannya.
Tim kolektif media KBBT ruangmenataplangit.

Kamis, 04 Februari 2016

Akhir Januari di Taman


Salam dan bahagia

Sabtu di penutupan bulan januari yang di guyur hujan tapi menjelang malam hujan pun telah reda saatnya bersiap menuju taman menteng untuk berjunta (baca:berjumpa di taman). Taman menteng 19:30 wib terasa sepi walau di lapangan olah raga taman menteng ada acara pameran dan musik, mungkin karena hujan jadi memanjakan rasa malas untuk keluar rumah setelah lelah bekerja.

Baca-baca di taman perpisahan dengan bulan Januari 2016 yang seperti baru tiba kemarin sore kini sudah harus berpisah dan menyambut  Februari 2016 dengan tetap menjaga semangat . Menghidupkan lagi kehidupan yang menjadi terasing karena waktu luang yang menjadi sangat langka dalam sebulan ini.

Sambil menatap langit di taman yang  sedikit  sepi setelah di guyur hujan, dengan bau tanah basah yang sangat khas. Sehabis hujan biasanya jalanan agak sedikit macet , kalau di Jakarta tak ada kemacetan adalah suatu keanehan karena” kemacetan adalah keindahan Jakarta” dimana banyak hal yang  bisa di nikmati saat macet . apa bila diangkutan umum bisa lebih lama mengobrol dengan penumpang lainya atau dengan kondekturnya jadi terasa akrab. Kalau di mobil pribadi apalagi pakai supir bisa istirahat , tidur sebentar tapi kalau ada kepentingan yang mendesaak terjebak macet bikin strees di kejar-kejar waktu.

Selamat menikmati waktu luang yang sudah hampir habis dalam hidup. Hidupkan hidupmu, hidup kita semua. Dimana buruh harus bekerja sehingga tak ada lagi waktu untuk bersilahturahmi dengan semsam buruh atau manusia lainya. Dan ketika hasil produksinya tapi tak mampu menikmatinya dengan upah tak layak. Manusia hidup dalam hubunganya dengan lingkungan tempat hidupnya, alam yang merupakan ekspresi dan hasil hunungan dan menjadi pembedaan amntara manusia dengan hewan. Pekerjaan yang terasing lebih menurunkan kegiatan produktif manusia ke tingakat adaptasi pada alam, layaknya hewan. Padahal yang membedakan antara manusia dan hewan adalah sikap kecakapan mereka dalam bertahan hidup.


 Edwanov  ruangmenataplangit.






Senin, 25 Januari 2016

Hujan Januari di Taman

salam dan bahagia

Jakarta Sabtu ini di guyur hujan sepanjang hari begitulah Januari yang baru benar-benar terasa, sepanjang hari di guyur hujan. Habis hujan dan muculnya kemacetan yang terlalu panjang menuju taman menteng , Jakarta pusat. Kenadaraan pribadi yang semakin banyak, karana peraturan yang mempermudah untuk memilikinya menyebabkan jalanan semakin padat, angkutan umum yang belum menjadi idaman publik karena masih tak nyaman.

Baca-baca di taman harus tertunda satu jam dari jadwal acaranya karena kemacetan yang terlalu panjang , ada lagi kawan yang piket minggu ini harus tertahan lebih lama lagi karena ban motornya bocor di jalan.

Baca-baca di ruang terbuka memang sudah resiko kalau hujan kami tak dapat menggelar buku-buku dan malam ini kami terlambat hampir sejam dan menggelar buku dan tak lama gerimis dan hujan pun semakin deras dan kami makin merapat di teras rumah kaca sambil bersenda gurau, berbincang setelah kami teralienasi dalam bekerja sehingga waktu luang untuk bersosialisasi tak tersisa sedikit pun.

Puisi:
Januari
Hujan sepanjang hari
Pakaian ku belum kering
Oh januari
Hujan sehari-hari
Udaranya sejuk
Dingin menusuk
Rasa malas
Dan kantuk
Datang menggoda
Hujan tak bisa di tawar-tawar lagi
Turun saat berangkat atau pun pulang bekerja

Uu 23 januari 2016,menteng


Kolektif media KBBT 

Selasa, 19 Januari 2016

baca di ruang publik (baca-baca di taman menteng)

Ruang Publik

salam dan bahagia..

Baca-baca di taman 16 januari 2016 , taman menteng depan rumah kaca untuk undangan terbuka tak seperti di akhir tahun baca-baca di taman banyak yang mencari tapi tak ketemu , karena baca-baca di taman tak menggelar buku-buku bacaan dan lebih berkumpul antar penggiat saja walau ada juga banyak kawan lain bergabung tapi memang  tak serutin di bulan kemarin karena ada kendala dari kesibukan sampai cuaca yang sering tak mendukung kegiatan kami di ruang terkbuka.


Baca-baca di taman, Sabtu ini memang di buka agak lebih awal karena ada janji dengan liputan sebuah stasiun televisi yang ingin meliput kegiatan di ruang publik.  Ruang publik tanpa individu yang beriteraksi atau komunitas yang bergiat di ruang publik seperti ruang hampa sunyi  dan sepi seperti rumah hantu.


Ruang publik dimana ruang tersebut dapt diakses siapa saja adanya komunikasi atau ineteraksi  antara individu maupun komunitas. Di ruang publik  adalah  tempat  yang bebas berekspresi,  siapa pun dapat menuangkan idea atau gagasan, mengemukkan pendapat . Ruang publik adalah wadah untuk berkreasi. setara di ruang publik dan dinamis dimana ruang publik adalah terbuka untuk kegiatan apapun yang positif dan progresif  dalam perkembangan masyarakat.



Edwanov  ruangmenataplangit

Senin, 21 Desember 2015

ROEHANA KOEDDOES

ROEHANA KOEDDOES: 

JURNALIS PEREMPUAN PERTAMA DI HINDIA-BELANDA

Jelang Hari Ibu, di harian Kompas, 21 Desember 2015, diberitakan wacana untuk mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi Roehana Koeddoes.

Siapakah Roehana Koeddoes (banyak juga yang menulis "Rohana Kudus")?

Publik belum terlalu familiar dengan nama Siti Roehana Koeddoes meski cita2nya mengangkat harkat & martabat wanita patut mendapatkan apresiasi.

Pemilik nama asli Siti Roehana ini dilahirkan di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada tanggal 20 Desember 2015, dari seorang ayah bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan & ibu bernama Kiam.


Roehana berhubungan kekerabatan dengan tokoh nasional lainnya, yaitu kakak tiri dari Sutan Sjahrir dan bibi dari penyair Chairil Anwar. Selain itu, Roehana juga sepupu dari H. Agus Salim.

Roehana tidak pernah mengenyam pendidikan formal tapi seperti anak2 H. Agus Salim yang belajar dari bapaknya, ia pun demikian.

Namun di usianya yang muda, Roehana sudah berpikiran lebih maju dari wanita kebanyakan. Ia sangat berminat & berbakat dalam dunia intelektual. Ini dibuktikan dengan pengabdiannya mengajarkan teman2nya baca tulis.

Pada jaman dimana masyarakat memandang perempuan tidak perlu menuntut ilmu tinggi/banyak yang penting bisa mengurus rumah tangga

Rohana menikah dengan Abdullah Koeddoes tahun 1908 saat usianya 24 tahun.

Setelah menikah pada tahun 1911, Roehana mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang, yang bergerak di bidang pendidikan, budi pekerti & keterampilan.

Aktivitas Roehana tidak selalu mulus. Seorang muridnya pernah menuduh Roehana menyelewengkan uang sekolah. Namun di persidangan tuduhan tersebut tidak tebukti.

Tanggal 10 Juli 1912, Roehana bersama Ratna Djoewita menerbitkan surat kabar 'Soenting Melajoe' & ia menjadi satu2nya wanita pribumi pertama di Hindia Belanda yang menjadi jurnalis.

Pekerjaan yang tak lazim buat perempuan di masa itu menyebabkan Roehana diberikan stigma penyebar hasutan yang menyebabkan ia harus mendekam di penjara.

Roehana juga mendirikan "Roehana School" di Bukittinggi selain juga ia mengajar di sekolah Dharma Putra.

Roehana melanjutkan aktivitasnya di Lubuk Pakam & Medan, dimana ia mengajar & memimpin surat kabar "Perempuan Bergerak".

Roehana meninggal dunia di usianya yang ke-88 tahun pada tanggal 17 Agustus 1972.

Atas kiprahnya, beberapa penghargaan disematkan kepada Roehana, a.l.
1. "Wartawati Pertama Indonesia" oleh Pemerintah Propinsi Sumbar pada tanggal 17 Agustus 1974.
2. "Perintis Pers Indonesia" oleh Menteri Penerangan Harmoko saat memperingati Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Pebruari 1987.
3. "Bintang Jasa Utama" dari Pemerintah RI pada tahun 2008.

Terkait emansipasi wanita, menurut Rohana:
"Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan & kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan & perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani & rohani, berakhlak & berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang semuanya hanya akan terpenuhi dengan memiliki ilmu pengetahuan"

Sumber:
1. "Rohana Kudus dan Pendidikan Perempuan", bisa diakses di sini http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/…/article/view/484
2. Baca juga http://www.majalahkartini.co.id/…/rohana-kudus-wartawati-pe…
3. Baca juga http://m.kompasiana.com/…/rohana-kudus-perempuan-multitalen…

Sajak IBU

Selamat hari pergerakan perempuan untuk semua ibu dan perempuan!


SAJAK IBU

ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah rasa sayur murah
jadi sedap

ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar penjara

ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adalah kilau sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insan
dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan

wiji thukul (Solo, 1986)



Kamis, 17 Desember 2015

CARA KUNO UNTUK MEMPERHITUNGKAN WAKTU

STONEHENGE: CARA KUNO UNTUK MEMPERHITUNGKAN WAKTU




WALAUPUN sekarang sudah setengah hancur dalam perjalanan waktu sekitar 35 abad, Stonehenge tetap merupakan pemandangan yang mengesankan. Pilar-pilar batunya yang berukuran raksasa dan kasar menjulang tinggi di Dataran Salisbury. Stonhenge terdiri dari empat bangunan pokok. Bagian paling luar berupa lingkaran pilar-pilar dengan garis tengan 30 m, terdiri dari tiang-tiang batu pasir yang 5,5 m tingginya; tiang ini secara kasar berbentuk persegi dan ditumpangi balok-balok yang sama kasarnya. Di dalam lingkaran paling luar ini berdirilah lingkaran lain dari batu-batu yang lebih kecil dan lebir kasar bentukannya. Kemudian di bagian dalam kedua lingkaran tersebut terdapat dua susunan batu yang masing-masing berbentuk tapal kuda.



Kedua bangunan bagian dalam ini merupakan kuil yang sebenarnya. Untuk penghitungan waktu diperlukan tiga unsur lain lagi, yakni batu altar yang berpusat pada ujung terbuka kedua tapal kuda; sepasang tiang besar yang berdiri di bagian timur laut pada lingkaran pilar utama; dan lebih jauh dari sepasang tiang ini masih ada sebuah tiang lain, yang dikenal sebagai batu tumit.

.
Bagi para pembangun Stonehenge, pesta utama dan yang mungkin merupakan permulaan tahun adalah hari pertengahan musim panas (tanggal 24 Juni). Pada hari itu di kala fajar menyingsing, imam kepala dapat berdiri di tengah monumen pada batu altar, memandang melalui pilar-pilar dari kedua lingkaran besar dan kedua tiang besar di luar, serta melihat Matahari terbit tepat di atas batu tumit. Di tengah musim dingin, sekitar hari yang terpendek dalam tahun (tanggal 22 Desember), imam kepala tadi dapat melihat ke luar pada arah yang berlawanan di waktu senja dan melihat Matahari terbenam di antara kedua tiang besar paling luar.


Beberapa kuil megalitik lainnya, seperti halnya Stonehenge, agaknya digunakan untuk merayakan tahun yang berlangsung dari hari pertengahan musim panas (atau musim dingin) yang berikutnya. Dan masih ada kuil lain yang dibangun untuk tahun pertanian dan mulainya pada awal bulan Mei. Kedua macam kuil ini dibaktikan untuk memuja kehangatan dan kekuasaan Matahari yang memberikan kehidupan. Meski tidak dapat dibuktikan secara pasti, namun kedua kuil ini mungkin digunakan juga untuk mengikuti musim dengan pengamatan Matahari.


Betapa pun rumitnya, bangunan seperti Stonehenge bukanlah sebuah kalender; kegunaannya adalah membantu para pembangunnya untuk mengetahui kapan tugas-tugas keagamaan tertentu atau tugas-tugas pertanian harus dilaksanakan. Bangunan itu tidak membagi tahun menjadi satuan-satuan yang lebih kecil. Tak ada bukti bahwa pembangunnya tahu bahwa tahun syamsiah yang mereka rayakan memuat hari dalam jumlah tertentu. Pengetahuan semacam ini hampir pasti menuntut pengamatan dan pencatatan selama waktu yang cukup panjang. Dan tugas itu mengandaikan suatu masyarakat yang beberapa orang anggotanya tidak hanya belajar membuat catatan, melainkan yang memang melakukannya sebagai pekerjaan mereka.

.
Contoh jelas yang paling kuno tentang masyarakat seperti itu muncul kurang lebih 5.000 tahun yang lampau di tepi Sungai Tigris dan Efrat, di kalangan bangsa Sumeria. Mereka adalah bangsa yang menonjol bakatnya dan yang pertama kali mengembangkan kebudayaan kota dan tulisan. Untuk membuat kalender, bangsa Sumeria mempunyai ahli khusus yang terdiri dari para imam penulis. Mereka membuat catatan pada kepingan yang terbuat dari tanah liat basah dan mereka pun pasti sudah menjadi ahli dalam hal mencatat waktu.


Dalam tiap kota pemerintahan bangsa Sumeria, imam-imam bertanggung jawab memerintah negeri atas nam dewa-dewa dan wakil dewa di dunia, yaitu raja. Tugasnya tidaklah sederhana. Untuk membangun suatu peradaban dari paduan paya dan gurun di daerah Mesopotamia yang rendah, diperlukan jaringan tanggul dan parit untuk saluran pengering dan pengairan. Pengaturan pekerjaan ini serta kuil-kuil rumit yang dibangun dari batu bata tempat para imam memimpin upacara menuntut kerja orang banyak yang terkoordinasikan. Sekali dibangun, sistem saluran pengering dan pengairan itu harus tetap diperbaiki.

Yang sangat penting dari segi penghitungan waktu ialah bahwa ladang gandum dan jelai, bawang dan ketimun yang diari harus dibajak, taburi benih, dipelihara dan dipanen pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Hari-hari pasaran diadakan secara berkala di setiap kota kecil dan dan kerajaan. Dewa-dewa yang kemauan baiknya menentukan kemakmuran kerajaan harus ditentramkan dengan doa dan kurban pada hari-hari suci tertentu, dan perayaan ini harus dilakukan pada hari yang sama di setiap kota. Bagi masyarakat yang demikian kompleks, perhitungan musim secara kasar saja tidak memadai. 

Sayangnya pengetahuan kita mengenai kalender bangsa Sumeria sangat terbatas; pengetahuan ini terutama berasal dari dokumen peninggalan bangsa Babilonia yang menggantikan bangsa Sumeria sebagai penduduk Mesopotamia.[]


Referensi:

Hawkins, Gerald S, `Stonehenge Decoded` , 1965